UNBK, Teknisi PLN Siaga

0
391
WAKIL Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga bersalaman dengan siswa saat meninjau persiapan UNBK di SMAN 1 Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Kepsek SMAN 6 Berharap Jangan Ada Kejadian Alam

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, Senin (9/4) pekan depan, pihak sekolah berharap tidak terjadi kejadian alam yang bisa mengganggu jalannya ujian. Terutama sekolah yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

TANJUNGPINANG – KEPALA SMAN 6 Tanjungpinang di Senggarang, Daman Huri mengatakan, mereka salah satu sekolah yang menerapkan UNBK tahun ini di Kepri. Sehingga, jaringan internet harus lancar demikian juga dengan listrik.

Kejadian alam yang tidak diduga-duga kapan terjadi bisa mengganggu jalannya ujian, misalnya jika merusak jaringan listrik, maka komputer akan mati. Ia mengakui, sekolah itu memang menyediakan genset sebagai antisipasi persiapan apabila ada kejadian alam atau listrik mati. Hanya saja, genset tidak akan bertahan begitu lama. Kemudian, di sekolah ada juga teknis PLN yang selalu stand by apabila ada gangguan dengan jaringan listrik.

Daman Huri menjelaskan, menjelang ujian nasional, pihaknya sudah melakukan ujicoba jaringan internet dan jaringan listrik. Teknisi sekolah juga sudah memeriksa semua kondisi komputer, mouse termasuk keyboard. ”Semua sudah oke. Asal jangan kejadian alam aja. Kalau itu terjadi, kita tak bisa bilang apa-apa. Tak ada yang tahu kapan itu terjadi. Kita berdoa agar tidak terjadi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya, Kamis (5/4) kemarin.

Daman Huri menjelaskan lebih jauh, karena ujian dengan sistem UNBK, listrik dan jaringan internet harus lancar. Apabila internet tiba-tiba terputus, maka siswa secara otomatis tidak bisa mengerjakan soal. Kemudian, apabila internet sudah tersambung kembali, siswa tidak bisa lagi membuka soal-soal itu. Pihak sekolah harus meminta pasword baru dari pusat. Soal UNBK sistemnya berlapis dan aman. Soal hanya bisa dibuka masing-masing siswa sesuai pasword yang diberikan pusat. Pasword ini diserahkan saat siswa hendak memulai ujian.

”Pasword-nya itu diserahkan saat hari H ujian. Begitu mau dikerjakan, siswa memasukkan pasword dan soal bisa dibuka. Kita tidak bisa membukanya,” tambahnya.

”Kalau listrik padam atau internet terputus, maka secara otomatis soal ujian itu tertutup. Pasword yang diserahkan sebelumnya tak bisa lagi dipakai. Harus kta minta pasword baru. Sampai begitulah keamanannya. Berlapis,” ungkapnya.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here