Unggul Destinasi, Kalah Promosi

0
557
HADIAH: H Nurdin Basirun menyerahkan hadiah lukisan ultah Menpar Arief Yahya di Hotel Aston Tanjungpinang, kemarin. F-suhardi/tanjungpinang pos

Menpar: Wisata Kepri Bisa Saingi Singapura

Unggul di sektor destinasi wisata, bukan berarti jumlah turis yang masuk akan banyak.
Tergantung promosi dan cara menjualnya.

Tanjungpinang – SINGAPURA tidak memiliki destinasi wisata sebagus Kepri. Bahkan, jumlahnya sangat minim. Kepri, destinasinya sangat banyak dan indah, namun turis yang masuk tetap minim.

Namun, sekali pun Singapura tak punya destinasi wisata yang sehebat di Kepri, jumlah turis yang masuk ke negara itu tahun 2015 lalu sekitar 15 juta.

Sedangkan jumlah turis yang masuk ke Kepri sekitar 2 juta jiwa. Caranya yang beda. Singapura hebat dalam pendekatan kepada turis negara lain dan bagus dalam menjualnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya, mengatakan soal kenapa Singapore saat ini maju dan banyak di kunjungi wisatawan mancanegara dari penjuru dunia, hal ini salah satunya karena Singapura memiliki trade dan
invesmentnya bagus.

Hubungan komunikasinya dengan negara luar cukup intens. Memperdagangkan lokasi wisatanya bagus. Padahal, Singapura punya kelamahan yakni sama sekali tidak memiliki destinasi pariwisata yang sejujurnya Kepri punya.

”Kepri itu bisa ngalahin Singapura. Karena Kepri punya destinasi. Sedangkan Singapura tidak punya sama sekali,” ujar Arief di Hotel CK Tanjungpinang, kemarin.

Singapura juga bagus dalam mempromosikan tempat wisata negaranya di belahan dunia. Sedangkan wisata Kepri, kurang promosi.

Menurutnya, Kepri tidak hanya ada Batam, ataupun Bintan. Justru destinasi wisata lain yang tak kalah unggul masih banyak seperti wisata bahari di Natuna dan Anambas yang cukup ciamik (bagus).

Wonderful Kepri diyakini bisa menyaingi Singapura maupun Malaysia jika serius mengelola sektor pariwisata yang ada saat ini.

”Trik yang paling mendasar adalah harus punya business plan. Selain itu kelola berbagai sudut pandang, destinasi wisata unggulan yang sudah ada. Lalu pasarkan,” bebernya.

Jika itu dilakukan, maka tak sulit bagi Kepri untuk mencapai target kunjungan wisman 3 juta jiwa tahun ini.

”Namun masyarakat Kepri mampu bekerja sama. Karena di Kepri memiliki wisata unggulan yang tidak ada di negara maju,” jelasnya.

Hal itu disampaikan saat Menpar Arief saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Gerbang Wisata Bahari Indonesia (GWBI) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Aston Tanjungpinang, Senin (3/4).

Sektor Wisata Penyumbang Lapangan Kerja Terbesar
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata merupakan penyumbang lapangan pekerjaan, PDB dan devisa terbesar saat ini.

Maka dari itu, Arif minta hal ini agar terus dipertahankan. Apalagi di Provinsi Kepri yang posisinya berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

Sangat disayangkan jika potensi yang ada tidak dikembangkan apalagi Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN dengan 10 persen PDB nasional dan penerima devisa yang tertinggi dengan persentase 13 persen.

”Hal ini harus ditingkatkan, khusus untuk di daerah. Kami dari pihak kementerian akan mendukung penuh dan siap memberikan masukan serta arahan, karena yang akan menaikkan persentase nasional tentu berasal juga dari daerah,” ujar Arief.

Dalam pada itu Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun yang juga hadir para rakor tersebut mengatakan bahwa dalam menunjang potensi pariwisata Kepri harus menuangkan ide-ide yang kreatif apalagi untuk dalam memancing wisatawan yang datang.

”Kearifan lokal juga harus ditingkatkan, di manage agar teratur dan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pesan gubernur.

Nurdin juga meminta langsung kepada pihak kementerian agar beberapa tempat di Kepri dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Misalnya Kabupaten Natuna dan Anambas yang memiliki potensi wisata luar biasa dengan keindahan alamnya masih kurang diketahui banyak wisatawan, maka hal itu harus terus dikembangkan.

Kepala Dinas Pariwisata Buralimar dalam laporannya mengatakan bahwa rakor yang mengambil tema ‘Gerbang Wisata Bahari Kepri’ diharapkan mampu menjadikan pariwisata sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Hadir pada Rakor tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Natuna Hamid Rizal, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Unsur FKPD dan OPD serta para peserta rakor selaku pelaku bisnis sektor pariwisata di Kepri.(SUHARDI-TUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here