Unik! Nama KKN dari Warna

0
817
SALAH satu akun media sosial kelompok KKN STAIN-SAR Kepri yang menamakan Kelompok KKN Merah. f-istimewa

BINTAN – Berbeda dari biasanya, mahasiswa Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN-SAR Kepri) gunakan warna sebagai nama kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) nya.

Diantaranya, kelompok KKN Merah, Hijau serta Kuning dan seterusnya menjadi identitas setiap kelompoknya.

Saat ini, STAIN-SAR Kepri sedang melaksanakan KKN Dari Rumah (KKN-DR) yang mana dilaksanakan dari rumah atau wilayah tempat tinggal masing-masing.

Kepala P3M STAIN-SAR, Doni Septian MIP menuturkan, awalnya warna itu jadi identitas nama kelompok ketika rapat. Ia pun membagikan 10 kelompok mahasiswanya.

Lanjut Doni, hal ini juga akan memudahkan stafnya memberi tanda atau blok menggunakan Excel terhadap data kelompok-kelompok KKN.

”Jadi kode warna sesuai nomor urut kelompok tidak dihapus, dan langsung dibagikan kepada peserta KKN. Nah, para peserta pun dengan sendiri berinisiatif memakai nama kelompoknya mengunakan warna yang sudah tertera pada rekap data yang dikeluarkan P3M. Saya jadi kaget. Tetapi ya sudah. Karena itu inovasi mereka. Begitulah cerita awal mulanya warna menjadi nama kelompok KKN mahasiswa/i kami,” ujar Doni Septian, kepada Tanjungpinang Pos melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu (21/9).

Baca Juga :  BEM FE Kelola SDM Melalui Organisasi

Adapun jumlah total mahasiswa/i yang melaksanakan program KKN kali ini berjumlah 95 orang. Serta tergabung pada 10 kelompok yang sudah dibagi dengan menamakan warnanya masing-masing. Doni menambahkan, pada pelaksanaan KKN dimasa pandemi Covid-19 kali ini ada dua jenis dilaksanakan.

Pertama, KKN-DR dan berikutnya KKN Kerja Sosial (KKN-KS) yakni yang melibatkan kerja sama dengan lembaga.

”Mereka KKN individu dengan membuat konten edukasi sesuai tema umum KKN tahun ini, yakni ’Penguatan Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan Penularan Covid-19 dan Penguatan Kapasitas Masyarakat Dalam Menanggulangi Dampak Covid-19’. Namun jika ada program bersama mereka bisa saja dilaksanakan. Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan, serta mendapatkan izin minimal setingkat RT. Dituturkannya, masing-masing kelompok tetap dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Baca Juga :  Anak Nelayan, Lulusan Terbaik

Belum lama ini pihak Kampus STAIN-SAR Kepri resmi melepas mahasiswa melaksanakan program KKN-DR dibeberapa daerah.

Seperti Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Batam, Lingga, Karimun, Anambas serta Natuna.

Sekedar menambahkan, STAIN-SAR Kepri telah menyiapkan program KKN dengan metode PAR dan ABCD.

Metode PAR adalah Participatory Action Research, yakni metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif diantara warga dalam suatu komunitas.

Sedangkan metode ABCD merupakan, pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pengembangan aset yang dimiliki masyarakat, sebagai basis utama pengembangan masyarakat.

Baca Juga :  Stisipol Lanjutkan Program Credit Earning

Metode ini lebih cenderung kepada pemetaan aset, yang berada di wilayah KKN tersebut.

”Jadi KKN kali ini mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis daring di wilayah tempat tinggal masing-masing secara mandiri. Dengan membuat konten-konten edukasi yang kreatif dan inovatif. Sesuai dengan tema yang ada dengan memanfaatkan platform media sosial seperti WA Grup, Youtube, Instagram, Twitter dan lainya,” jelasnya.

Selanjutnya, peserta membuat laporan kegiatan untuk KKN yang bisa dipertanggungjawabkan .

Seperti log book, jurnal ilmiah, dummy dan link kegiatan yang diunduh di akun media sosial masing-masing. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here