Unjuk Gigi Di Lomba Robot Nasional.

0
438
JUARA: Zulfachmi (kedua dari kanan) bersama timnya saat meraih juara lomba robot di ajang regional se Sumatera, pada tahun 2014 lalu. F-ISTIMEWA/STTI

Tanjungpinang – Karena semangat dalam mengembangkan teknologi merancang robot, Mahasiswa asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mampu mencuri perhatian pada lomba.

Pada lomba merancangan robot tingkat nasional pada akhir tahun 2014 lalu di Yogyakarta, peserta asal Kepri menjadi pusat perhatian.

Tim robotik Kepri yang diwakili oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang, berhasil masuk finalis di ajang nasional itu.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim saat itu, Zulfachmi mengatakan sebelum mengikuti lomba tingkat nasional, pada tahun yang sama mereka sudah meraih juara dua di level regional se-sumatera.

Walau belum memperoleh juara di level nasional, namun mereka tetap puas dengan masuk sebagai finalis.

”Target kami juara. Memang kami merasakan persaingan dengan tim lain dari seluruh Indonesia sangat berat. Tetapi kami tetap semangat untuk terus berinovasi dengan mengikuti lomba nasional berikutnya,” ujar Zulfachmi, Minggu (5/2).

Menurutnya rancangan robot pemadam api mereka menjadi perhatian saat lomba tingkat nasional itu. Zulfachmi bersama tim, kini terus mengembangkan robot pemadam kebakaran itu.

Robot itu mampu mendeteksi api di sebuah ruangan, lalu memadamkannya secara mandiri tanpa kendali dari manusia.

Zulfachmi juga mengisahkan, betapa sulitnya dalam mengembangkan robot pemadam api itu. Pasalnya, ia bersama rekannya mengalami kendala dalam ketersedian suku cadang khusus.

Untuk itu, beberapa suku cadang didapatkan mereka dari beberapa daerah di pulau Jawa seperti Bandung bahkan Surabaya.

”Suku cadang (spare parts) dan alat pendukungnya tersedia di Bandung, dan kita juga mendapatkan pelatihan (training) sebelum memasangnya. Makanya kita berkesempatan merakitnya di Bandung waktu itu,” jelasnya.

Indonesia secara perkembangan teknologi untuk rancangan robot, menurut Zulfachmi, sudah mampu bersaing untuk lomba tingkat Internasional. karena event itu juga diikuti beberapa negara maju di dunia.

Hal itu menurutnya, telah terbukti beberapa kali Indonesia mengikuti lomba robotik tingkat dunia dan memperoleh juara. Sedangkan Kepri, kata Zulfachmi, untuk tingkat regional dan nasional sudah mampu bersaing dan juga memperoleh prestasi yang membanggakan kampus serta daerah.

”Butuh inovasi dalam mengembangkan robot. Kami membangunnya butuh waktu satu tahun bahkan lebih. Tetapi ini tantangan masa depan kita, untuk memajukan daerah dalam mengembangkan teknologi serta meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga ada motivasi, untuk teru s berusaha menjadi yang terbaik dalam penguasaan terknologi canggih,” ungkapnya.

Zulfachmi yang kini sebagai alumni STTI sejak 2015 silam. Kini memperdalami ilmunya dengan melanjutkan sekolah ke jenjang S-2 di Bali. Ia berencana ketika pulang akan mengajak anak muda Kepri merancang robot yang lebih canggih.(adly bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here