Upah Buruh Batam Diusulkan Rp 3,523 Juta

0
705

BATAM – Upah Minimum Kota (UMK) Batam untuk tahun 2018 diusulkan sebesar Rp3.523.427. Nilai usulan itu secara prinsip diterima oleh anggota Dewan Pengupahan Kota (DPK). Penentuan nilai UMK itu didasarkan pada PP nomor 78. Selanjutnya, usulan UMK itu diajukan ke Wali Kota Batam untuk disampaikan ke Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sebelum disahkan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sahyakirti mengatakan, UMK saat ini sudah melalui pembahasan DPK. Saat pembahasan, awalnya perwakilan pekerja sempat meminta agar penentuan UMK melalui survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan bBukan berdasarkan PP 78.

Baca Juga :  Bangunan di Atas Drainase Mulai Ditertibkan

”Tapi secara prinsip, angka 3,5 jutaan itu menjadi usulan ke Gubernur nanti. Jadi pembahasan UMK Batam 2018 telah selesai. Laporan sudah diajukan ke Wali Kota Batam. Tapi keputusan nanti di gubernur,” ungkap Rudi, Selasa (31/10) di Batam.

Disampaikan Rudi, walau inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi rendah, namun usulan UMK Batam, naik 8,71 persen. Nilai UMK 2018 naik 8,25 persen dari UMK 2017. UMK tahun 2017 lalu, jumlahnya, Rp3.241.125. Artinya, nilai UMK yang diusulkan naik 282.302. Untuk persentase kenaikannya juga lebih besar dibanding kenaikan UMK 2017. Angka itu diperoleh dari angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi. “Semoga ke depan, perekonomian Batam semakin sehat dan pertumbuhan meningkat,” harapnya.

Baca Juga :  Polda Ungkap Jaringan Curanmor di 12 Lokasi

Terkait dengan pembahasan Upah Minimum Sektoral (UMS), Rudi mengaku belum selesai dibahas. Alasannya, perwakilan pekerja yang menjadi anggota DPK, belum mengajukan formula untuk menentukan sektor apa saja yang bisa jadikan sektor unggulan. Sektor unggulan itu akan mempengaruhi nilai UMS. ”Perwakilan pekerja masih mencari formula untuk sektor yang dijadikan unggulan,” beber Rudi.

Di sisi lain, Disnaker juga diminta untuk mendorong terbentuknya assosiasi pengusaha di berbagai sektor. Sehingga, pembahasan UMS lebih mudah dilakukan sesuai ketentuannya.
”Asosiasi pengusaha yang sudah terbentuk baru dari perhotelan dan galangan kapal. Di elektronik dan aneka industri belum ada,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here