Upah Tak Cair, Fasilitas Stadion Bintan Dirusak

0
702
TIM sidak dari Komisi II DPRD Bintan melihat kondisi rumput lapangan dan fasilitas stadion utama Bintan, di Busung, Selasa (20/2) kemarin.f-jendaras/tanjungpinang pos

BINTAN – Komisi II DPRD Bintan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke stadion utama Bintan di Desa Busung, Selasa (20/2) kemarin. Di lokasi, dewan menemukan beberapa fasilitas stadion yang rusak, diduga akibat upah pekerja belum cair.

Sidak tersebut dilakukan karena pekerja mengeluh akibat upah belum dibayar. Selain itu, Ketua Komisi II Zulfaefi, Sekretaris Muttaqin Yaser, anggota Lamen Sarihi, Zulkifli, Andreas Salim, dan H Amran meninjau beberapa fasilitas stadion. Di lokasi, Komisi II juga mengadakan dialog dengan Dinas Perkim Bintan bersama pekerja dan pedagang, serta kontraktor utama (main contractor).

Baca Juga :  PSTS Tanjungpinang Juara PSTK Cup 2017

Kepada Tanjungpinang Pos, Zulfaefi menyampaikan pihaknya sudah mendengar dan mengecek soal keluhan pekerja pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, pembayaran upah pekerja tidak dibayarkan oleh mandor dari sub kontraktor.

”Kami sudah dialog dan kroscek. Saat ini mandornya sudah menghilang entah kemana. Dia (mandor) ini yang seharusnya membayar upah pekerja. Karena dari kontraktor utama sudah membayarkan hak sub kontraktor,” jelasnya.

Persoalan tersebut, lanjutnya, akan diteruskan kepada pihak kontraktor utama dan subkontraktor untuk didudukan lebih lanjut. Termasuk juga kerusakan beberapa bagian gedung dan fasilitas yang diakibatkan oleh pekerja. Tindakan ini dilakukan pekerja sebagai sikap meluapkan kekesalannya atas pembayaran upah yang tidak diselesaikan.

Baca Juga :  Dua Klub Liga 3 Belum Terdaftar

”Pekerja akan kami kumpulkan nanti, kami dudukan lagi agar selesai masalah ini. Karena, pembangunan stadion ini akan dilanjutkan lagi, pada tahun anggaran 2018 ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Muttaqin Yaser mengungkapkan, lanjutan pembangunan stadion pada tahun anggaran 2018 ini, disediakan dana sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan pembangunan tahap pertama, dialokasikan hampir Rp 10 miliar. ”Ini kami lagi sidak. Ada beberapa fasilitas yang dirusak, karena upah belum dilunasi,” sebut Muttaqin Yaser.

Dari sidak ini, rombongan Komisi II DPRD Bintan meminta kontraktor melakukan perbaikan dan penataan terhadap lapangan sepak bola. Karena dewan menilai, penanaman rumput belum maksimal.

Baca Juga :  Tim Popda Bintan Kalahkan Indrasakti Penyengat

Bayu Wicaksono, Kabid Perkim Dinas Perkim menyatakan, permasalahan upah pekerja adalah murni kesalahan dari pihak mandor subkontraktor.

”Kewajiban Pemkab dan kontraktor utama sudah diselesaikan sesuai mekanisme yang ada. Namun di lapangan ada dari pihak subkontraktor (mandor) yang tidak menyelesaikan kewajibannya, kepada pekerja yang mereka rekrut,” katanya. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here