Upaya Menyuarakan Amanat Nawacita

0
540
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung

Nawacita merupakan program unggul Nawacita merupakan program unggul  pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla  dalam upaya merancang sebuah kerangka agenda besar dituangkan kedalam sembilan agenda prioritas.

Sembilan program itu digagas untuk menunjukkan bahwa pasangan itu memiliki visi misi dengan adanya prioritas menuju perubahan Indonesia. Suatu Negara  yang berdaulat secara politik, serta mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan yaitu :
1. Negara hadir melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
2. Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
3. Pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
5.Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
6. Produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
7. Kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
9. Kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.Apabila dilihat dari tujuan nawacita merupakan suatu hal yang berat untuk diwujudkan apakah itu keseluruhan ataupun per-item.

Meskipun demikian kita tidak boleh apriori dulu .. yakinlah niat baik itu  sesuai dengan harapan kemerdekaan Indonesia yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat maka menurut Seorang Sejarawan “Agung Nugroho”. Program nawacita itu sah sah saja namun harus diakui bahwa itu sulit dilaksanakan secara sempurna apalagi dalam konteks kenegaraan dan kemasyarakatan di Indponesia. Secara teori Trisakti milik Bung Karno sesuai dengan konteks kemerdekaan, yaitu bagaimana negara hadir di tengah-tengah rakyat. Meskipun demikian sangat disayangkan program yang tertancum dalam Nawacita belum dapat dilaksanakan dengan baik oleh Pemerintah disegala lini dari pusat sampmai ke daerah. Sebagai contoh dapat dilihat dalam konteks  pembangunan yang belum merata di perkotaan ataupun di daerah.

Satu hal lagi apabila ditinjau dari penuntasan kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan padahal sudah tercantum dalam penjabaran Nawacita.Pertanyaan yang harus dijawab saat ini adalah bagaimana kinerja para menteri yang diuapayakabn untuk mengangkat dan menghasilkan dalam bentuk nyata yang ada dalam nawacita. Apakah kebijakan-kebijakan yang dibuat sudah sesuai dan dikorelasikabn dengan teori Trisakti Bung Karno yang dijadikan landasan penyusunan Nawacita yang terdiri atas tiga konsep pemikiran, yaitu berdaulat secara politik, berdikari dalam lapangan ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Artinya Bung Karno sebagai Presiden Indonesia pada saat itu ingin membangun sebuah kemandirian bangsa sehingga tidak aneh pada saat kepemimpinannya Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan sangat berpengaruh di dunia, termasuk  dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pertama di Bandung,” dan menambahkan bahwa Indonesia bisa saja menjadi negara yang demokratis dan menjunjung tinggi kebebasan serta terlibat dalam globalisasi tanpa batas dan tetap diimbangi dengan perlindungan dan kehadiran negara di dalam masyarakat. Suatu hal yang mungkin dianggap mudad dtapu sulit untuk diwijudkan bahwa perjalanan mengisi kemerdekaan saat ini tidaklah mudah.

Begitu banyak permasalahan yang berpolemik kepada masyaakat banyak sehingga dimuat dalam laman resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Tugas kita sekarang adalah mari isi Kemerdekaan dengan mengangkat harkat martabat dengan hal hal yang positif. Cara yang dilakukan adalah dengan mulai mengaktifkan pribadi untuk berkarya dan berinovasi terbaik, mengajak orang untuk berbuat baik dan melahirkan jiwa suka menolong yang merupakan acuan dasar upaya kemanusiaan  yang dapat diwariskan ke anak cucu sehingga dapat mnenjadi budaya warisan dari generasi ke generasi.

Focus utama adalah menghadapi ancaman gangguan dan penyebaran ajaran radikalisme melalui internet, terorisme, dan tindakan intoleransi menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan. sehingga sesuai dengan harapan salah satu  The Founding Fathers kita “Ir Soekarno” menjadi negara berdaulat secara politik, berdikari dalam lapangan ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sehingga amanat nawacita dapat disuarakan sesuai harapan pendahulu Negara yang sudah meninggal dunia demi kemerdekaan Negara Republik Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here