Upgrade Guru Setiap Tahun

0
285
SISWA SDIT As-Sakinah Tanjungpinang duduk di lapangan mengikuti kegiatan belajar sekolah bersama guru, kemarin. F-martunas/tanjungpinang pos

Sekolah As-Sakinah Tanjungpinang Makin Dipercayai Masyarakat

Sekolah-sekolah As-Sakinah di bawah naungan Yayasan Bina Insan Sakinah (YBIS) Tanjungpinang makin dipercayai masyarakat. Untuk menjaga kepercayaan itu, pihak yayasan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanannya.

TANJUNGPINANG – SALAH upaya yang dilakukan pihak yayasan adalah dengan melakukan peningkatan pengetahuan guru-gurunya. ”Kita lakukan upgrade guru tiap tahun,” ujar Muqtafin, Ketua Yayasan Bina Insan Sakinah Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (26/7).

Biasanya, kata Muqtafin, upgrade guru dilakuakn menjelang tahun ajaran baru. ”Dua minggu sebelum masuk tahun ajaran baru, kita lakukan outbond selama dua hari dan sistem bembelajaran Alquran selama tiga hari,” tambahnya lagi.

Outbond dilakukan di pantai dengan menghadirkan semua guru-guru yang mengajar di semua sekolah As-Sakinah. Dengan demikian, maka guru-guru sudah siap mengajar di tahun ajaran baru dan itu dilakukan setiap tahun.

Ia menjelaskan, orangtua sudah memberi kepercayaan kepada mereka untuk mendidik anak-anak kesayangan mereka. Karena itu, pihak yayasan harus menjaga kepercayaan itu dengan banyak cara, salah satunya pematangan semua guru sebelum mengajar.

Di As-Sakinah, kata dia, guru-guru yang diterima mengajar adalah yang usianya lebih muda. Sehingga lebih energik mengajar anak. Kemudian, penempatan guru-guru di sana pun disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, untuk tingkat Raudatul Athfal (RA) atau tingkat Taman Kanak-Kanak, jumlah gurunya diperbanyak.

Kemudian, untuk tingkat SD, khusus Kelas I dan Kelas II jumlah gurunya dua orang per kelas. Setelah Kelas III sampai Kelas VI, jumlah gurunya satu per kelas. Di SMP, jumlah guru satu per kelas. ”Kebutuhan guru seperti itu. Makin muda anak-anak yang diajari, maka dibutuhkan banyak guru. Kalau sudah SMP dan SMA, tak perlu dua guru salam satu kelas. Sama dengan mahasiswa, satu dosen mengajari banyak mahasiswa. Mereka sudah dewasa. Beda dengan anak-anak, di usia emasnya ini butuh perhatian guru. Makanya kita buat dua guru mengajar di satu kelas untuk SD Kelas I dan II,” bebernya lagi.

Ia juga mengatakan, ada kesan di masyarakat bahwa sekolah di As-Sakinah mahal. Menurut dia, dengan fasilitas yang diberikan kepada siswa, tidak begitu mahal. Apalagi dibandingkan dengan sekolah swasta lain, masih banyak yang lebih mahal.

Di sekolah As-Sakinah, kata dia, uang sekolah bulanan paling tinggi Rp500 ribu per anak. Sedangkan di Tanjungpinang, ada juga yang sampai Rp600 ribu hingga jutaan uang sekolah per bulan dan uang masuk belasan juta.

Siswa yang belajar di sana tidak dibiarkan kepanasan di dalam kelas karena disediakan AC. Kemudian, kelas belajar juga disediakan infokus. Jika orang tua membayar uang sekolah, yang mereka dapat juga sesuai.

Mereka terus membenahi semua sekolah yang ada di bawah yayasan itu. Guru-guru yang direkrut harus melalui tes dulu. Sehingga tidak sembarang guru yang diterima mengajar di sana.

Sampai saat ini, kata Muqtafin, sudah ada 112 orang guru dan staf di semua sekolah yang ada. Jumlah itu termasuk banyak. Yang penting, kata dia, siswa bisa mengikuti semua mata pelajaran yang diajarkan guru-guru di sekolah itu. Kini, yayasan tersebut mengelola RA (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SDIT As-Sakinah, SDIT Arrefah (sebelumnya disebut SDIT As-Sakinah II), SMPIT As-Sakinah. Dijelaskannya, yayasan tersebut bergerak di tiga bidang yakni pendidikan, sosial dan kesehatan. Untuk saat ini, baru dua bidang yang sudah dijalani yakni pendidikan dan sosial. Sedangkan bidang kesehatan, ke depan akan terus dimatangkan untuk mendirikan klinik atau rumah sakit Islam swasta.

Yayasan itu berdiri tahun 2003 lalu dan pertama sekali mendidikan RA. Tahun 2009, pengurus yayasan merintis berdirinya SDIT. ”Tahun ini kita sudah menamatkan siswa angkatan pertama,” jelasnya.

Kemudian, tahun 2007 lalu, atas permintaan masyarakat, didirikan lagi SDIT Arrefah. Adapun filosopi Arrefah ini adalah kesejahteran dan harus lebih maju dari sebelumnya. Untuk SDIT Arrefah punya target lebih dibandingkan SDIT As-Sakinah. Jika lulusan SDIT As-Sakinah harus hafal 2 juz Alquran saat lulus, maka lulusan SDIT Arrefah harus bisa hafal Alquran 6 Juz.

Selama tahun ajaran 2017/2018, siswa SDIT Arrefah masih menumpang di SDIT As-Sakinah yang ada di Batu 9. Hal itu karena gedung sekolah SDIT Arrefah masih tahap pembangunan di daerah Sei Carang. Kemudian, gedung itu sudah dipergunakan di tahun ajaran 2018/2019 ini. Saat PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) pekan lalu, siswa baru SDIT Arrefah sudah dilakukan di sekolah itu. Tahun 2018, yayasan kembali menambah sekolah dengan membuka SMPIT As-Sakinah yang ada di Senggarang. Saat ini sudah ada 52 orang siswa sekolah itu. Ke depan, sekolah ini direncanakan akan dijadikan boarding school. Dua tahun lagi, pihak yayasan berencana membuka SMAIT As-Sakinah yang lokasinya sama dengan SMP.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here