Urine Pegawai Rutan Diperiksa

0
334
Tes urine: Petugas BNN saat memeriksa urine petugas Rutan Tanjungpiang, kemarin. F-RAMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sebanyak 38 orang pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang mengikuti tes urine di Rutan Tanjungpinang Jumat (3/11). Pemeriksaan urine ini dilakukan oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, Jumat (3/11).

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang Ronny Widiyatmoko mengatakan, kegiatan tes urine ini atas instruksi dari pemerintah melalui penetapan Surat Edaran Menpan. Menurutnya, seluruh pegawai institusi pemerintahan baik itu sipil maupun TNI atau militer wajib untuk melakukan tes urine. Ini dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia.

”Upaya ini untuk menepis isu yang beredar di masyarakat bahwa Rutan dan Lapas sebagai sarang narkoba,” katanya.

Kata Ronny, pihaknya ingin menunjukan ke masyarakat bahwa Rutan dan Lapas sebagai petugas atau aparat akan bekerja profesional dan menjadi garda terdepan dan terakhir dalam penegakan hukum. Pihaknya berani menujukkan kepada masyarakat bahwa seluruh pegawai memang tidak terlibat didalamnya.

”Tujuan terpenting bagi kita ini untuk menepis isu yang selama ini beredar di masyarakat luas bahwa narkoba marak beredar di Rutan dan Lapas,” sebutnya.

Menurutnya, tes urine selain untuk mengidentifikasi keterlibatan anggota, juga sebagai upaya pembinaan dan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsinya yang melekat. ”Kita ingin menyampaikan apa yang kita laksanakan sehari-hari seallu bersih atau tidak masuk dalam peredaran narkoba. Untuk itu, ini merupakan langkah terbaik untuk mencari aperatur sipil negara yang bersih dan jauh dari narkoba. Menurutnya, seluruh pegawai Rutan ada 40 orang namun ada dua orang yang tdiak datang karena sedang cuti dan seorang lagi sedang tes penerimaan CPNS,” jelasnya.

Untuk hasil tes urine ini, sambung Ronny, jika ada pegawai yang terlibat atau di urinenya positif mengandung narkoba maka pihaknya akan memberikan sanksi-sanksi. Sanksinya, pembinaan-pembinaan internal. Artinya ada prosedur-prosedur pemeriksaan dan prosedur penanganan bagi mereka yang melanggar peraturan kepegawaian yaang harus diberikan.

”Misalnya sanksi teringan turun pangkat ada mutasi, dan nonjob jabatan. Sedangkan sanksi terberat bisa pecat. Untuk yang tidak hadir pada hari ini kita upayakan untuk mengikuti besok atau lusa,” ungkapnya.

Kepala Kantor BNN Kota Tanjungpinang Abdul Hasyim Panggabean menyebutkan, pemeriksaan urine memang berkerjasama untuk seluruh intansi agar seluruh pegawai di intansi pemerintahan dan seluruh personil atau anggota Polri dan TNI bisa bersih dari pengaruh narkoba. ”Ini kita koordinasikan kepada seluruh intansi yang berada di wilayah hukum kerja BNN Kota Tanjungpinang,” tuturnya.

Apabila ada positif dalam pemeriksaan tes urine, Hasyim menyebutkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara mendalam dan apabila yang hasil positif juga dilakukan rehabili. ”Sejauh ini kita sudah memeriksa dari Pemda, Pemko, Pemrov dan instansi vertikal,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here