Urus Izin IPH-UWT Bisa di Mobil Keliling

0
575
GEDUNG parkantoran Badan Pengusahaan Batam berdiri megah di Batamcenter. f-dokumen/tanjungpinang pos

Mulai Juli 2018 ini, masyarakat Batam uang ingin mengurus Izin Peralihan Hak (IPH) dan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) tak perlu harus di Kantor Badan Pengusahaan (BP) di Batamcenter. Cukup di mobil keliling.

BATAM – INI merupakan terobosan pelayanan baru dari BP Batam yang memberikan akses kemudahan bagi masyarakat. Kepala BP Batam, Lukita mengatakan, penyiapan layanan itu dilakukan untuk membantu warga. Dimana, BP Batam mengadopsi sistem pelayanan keliling yang dijalankan Samsat Polda Kepri selama ini. ”Kita yang akan jemput bola ke masyarakat lewat mobil keliling. Sehingga warga tidak perlu harus ke kantor lahan,” jelas Lukita.

Penyiapan layanan itu diakui Lukita, sebagai bentuk perhatian mereka bagi warga. Sehingga memudahkan masyarakat mendapat dan mengakses pelayanan BP Batam. ”Kita yang akan jemput bola. Sesuai dengan misi saya untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kota Batam,” bebernya.

Program IPH keliling itu sendiri akan diluncurkan pada pertengahan Juli mendatang. Untuk teknisnya sendiri saat ini masih dimatangkan. Prinsipnya, dengan jemput bola tersebut sekaligus sosialisasi dengan masyarakat, kalau saat ini pelayanan di bidang lahan BP Batam sudah semakin disederhanakan.

”Jadi seperti IPH keliling yang dilaksanakan oleh bagian lahan saat ini, termasuk dalam terobosan yang saya maksud. Dan untuk program IPH keliling ini akan diluncurkan pada Juli mendatang,” harapnya.

Diharapkan, ke depan akan mendorong divisi lain dalam membuat terobosan yang menguntungkan masyarakat. Kami sudah canangkan pada Hari Bakti BP Batam Oktober mendatang. ”Dimana divisi yang membuat terobosan terbaik akan mendapatkan penghargaan dari pimpinan,” beber dia.

Ditegaskannya, BP Batam berkomitmen dalam memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat umum dan masyarakat di dunia usaha. Seperti di unit lahan, bandara, pelabuhan, rumah sakit dan lainnya.

Adanya potensi dan keinginan dari masyarakat untuk melakukan legalitas lahannya. Baik untuk perubahan IPH maupun keinginan membayar UWTO dan lain hal. ”Kita berikan gambaran kepada masyarakat, urus IPH itu tidak sulit. Urus UWT tak mesti tunggu pecah PL,” imbuh dia.

Pihaknya dijanjikan akan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi developer. ”Intinya kita akan cari solusi dari keinginan-keinginan masyarakat yang tentunya berharap lahan rumah mereka punya legalitas yang jelas,” tuturnya.

Diakuinya, pihaknya berupaya mendorong pegawai di lingkungan BP Batam untuk bekerja lebih baik, demi menaikkan prestasi. Salah satu cara yang dilakukan untuk itu, yakni menggelar kompetisi di setiap unit pelayanan BP Batam. Pegawai BP Batam ditantang untuk membuat terobosan di unit kerja masing-masing. ”Di sisi lain hal ini dapat kita manfaatkan sebagai sosialisasi dalam mendekatkan BP Batam dengan masyarakat,” ujar Lukita.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here