US SD Bukan Penentu Kelulusan

0
656
PENDIDIKAN- SDN 11 Tnajungpinang Barat. f-tanjungpinangpos

Tanjungpinang – Siswa tingkat SD akan mengikuti Ujian Sekolah (US) dengan tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). US ini sebagai tolak ukur penilaian dan kompetisi siswa.

Soal US nantinya akan dibuat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Hanya saja bobot soalnya 75 persen dari Kelompok Kerja Guru (KKG) kabupaten/kota di Kepri dan 25 persen dari pusat.

Ujian akan dilaksanakan selema tiga hari yaitu, Senin sampai Rabu, (16-18/5) mendatang. Selain itu, akan ada ujian susulan bagi siswa yang berhalangan mengikuti ujian tahap pertama.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 11 Tanjungpinang Barat, Nelly Amzi mengatakan, untuk tahun ini, ujian digelar dua kali. Pertama, ujian sekolah dengan tiga mata pelajaran. Kedua, ujian akhir sekolah dengan suluruh mata pelajaran terkecuali yang sudah masuk US.

”Jadi setelah US siswa nantinya akan ada ujian akhir sekolah. Ini biasanya semua mata pelajaran termasuk muatan lokal,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (13/2) kemarin.

Meski demikian US nantinya bukan mutlak penentu kelulusan, begitu juga dengan ujian akhir sekolah. Lulus atau tidaknya siswa melalui rapat bersama majelis guru.

Siswa yang mendapat nilai di bawah ketentuan standar pasti ada. Namun bukan berarti tidak lulus, asalkan siswa rajin, bisa saja diluluskan.

Mungkin pada saat ujian belangsung siswa sedang sakit. Ini dinilai bisa mempengaruhi kemampuan daya berpikir hingga membuat nilai rendah, atau mungkin memang siswa tersebut kurang pintar di akademis.

Ini pun bukan alasan untuk tidak meluluskan siswa. Lulus atau tidaknya dipertimbangkan dengan berbagai hal lainnya. Bisa saja siswa tersebut berbakat dalam bidang non akademis lainnya.

”Rapatkan majelis guru itu nantinya ada banyak pertimbangan diantaranya kehadiran, nilai sehari-hari siwa dan karakternya,” paparnya.

Untuk karakter, menurutnya siswa semua sudah dibina sejak awal. Karena tugas guru bukan hanya mengajar tetapi mendidik, dan ini sudah diterapkan kepada siswa.

Jika pun ada kenakalan, menurutnya sangat umum, seperti anak normal lainnya yang ingin berkembang dan mengenal lingkungan saja.

”Nakalnya anak-anak semua wajar, dan kami sudah bina sejak kelas satu smapai kelas VI. Insya Allah wajar semua,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sebelum US nantinya siswa akan mengikuti minimal dua kali try out. Pertama dari dinas pendidikan dan satu kali lagi, dari KKG tingkat Kecamatan Tanjungpinang Barat.

”Yaitu persatuan KKG dari sekolah-sekolah yang berada di kawasan Tanjungpinang Barat akan melaksanakan try out kepada siswa secara serentak,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang meminta siswa SD tak perlu khawatir mengikuti US. Hal ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Soal-soal yang diujikan, pasti siswa sudah pernah mempelajari. Tinggal bagaimana memfokuskan diri agar bisa menjawab.

Selain itu, US bukan lah satu-satunya tolak ukur penentu kelulusan. Melainkan, melalui rapat majelis guru, dengan berbagai pertimbangan. Jika siswa rajin masuk kelas, mau mendengarkan guru serta memiliki akhlak yang baik pasti bisa lulus.

”Kalau ada sekolah yang tak meluluskan siswa karena akhlaknya kurang baik saya rasa perlu dipertanyakan. Sebab, seharusnya sejak awal siswa bermasalah sudah dibina dan diketahui penyebabnya,” ungkapnya.

”Siswa harus semangat belajar dan terus membedah soal-soal,” ujar Dadang.

Agar nilai US nya bagus dan dapat dipakai dasar mencari sekolah ke janjang berikutnya.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here