Usaha Ikan Asin Kurang Diminati

0
551

NATUNA – BAGI sebagian warga menilai bisnis ikan asin tidak begitu menggiurkan. Padahal, potensi ikan asin cukup menjanjikan bila dijadikan usaha. Kusnadi, seorang pengusaha ikan asin asal Kecamatan Pulau Tiga sudah hampir belasan tahun menggeluti usaha tersebut.

Ia mengatakan, usaha ikan asin tidak terlalu sulit dan hanya bermodalnya giat dan tekun dalam menjalaninya. ”Saya mulai menggeluti usaha ikan asin sejak tahun 2000 lalu. Awalnya, dengan bermodalkan tekat kuat, agar bisa berhasil hingga sekarang,” kata Kusnadi di Jalan Soekarno-hatta. Selasa (24/10).

Terkadang lanjut Kusnadi, pihaknya dalam seminggu paling minim mendepatkan sekitar 300 kilogram. Bisnis ikan asin ini, bisa dikatakan lumayan dalam menghidupi perekonomian rumah tangga.

”Kalau seminggu kadang-kadang paling minim penghasilan hanya Rp 300 ribu. Makanya, banyak yang kurang meminati. Namun, tidak sedikit juga ada usaha rumahan, yang dijual langsung di kota Ranai. Kalau kita setiap minggunya tidak langsung menjualnya, dan setelah terkumpul semuanya baru kita kirim,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap minggu hasil pembelian ikan asin dari kapal yang berandar di Pulau Tiga dikumpulkan. Setelah terkumpul hingga 1 sampai 2 ton, barulah dikirim daerah Pontianak maupun ke Tanjungpinang.

Untuk harga beli ikan asin, sekarang masih stabil sekitar Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu per kilonya. ”Dalam seminggu terkadang kita berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 ton. Memang, bisa dikatakan bisnis ini kadang naik dan turun. Malah kadang hanya pas-pasan saja. Kalau sudah dikumpulkan ikan asin itu dari kapal-kapal rawai, maupun dari masyarakat baru kita kirim ke wilayah Kepri,” ungkapnya.

Saat ini, untuk kualitas ikan asin sendiri dirasakan masih butuh pengembangan karena hasil yang dikumpulkan dari masyarakat masih kurang bagus. ”Kita masih kurang yakin, bahwa hasil ikan asin yang dijualnya itu mutunya masih kurang baik. Makanya, ke depan kita akan berusaha menjual ikan asin tersebut bisa lebih rapi dan ditata dengan baik. Sehingga, bisa juga dijual keluar seperti Malaysia maupun Singapura,” harapnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here