Usai Dihukum, 152 TKI Dideportasi ke Pinang

0
287
Para TKIB yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Rabu (21/11). f-raymon/tanjungpinang pos

Pemerintah Malaysia kembali memulangkan 152 Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) ke Tanjungpinang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (21/11).

TANJUNGPINANG – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda, mengatakan, pihaknya menerima kedatangan 152 orang TKI dari Malaysia. Mereka yang dipulangkan karena melakukan pelanggaran Undang-Undang Keimigrasian dengan berkerja secara ilegal di negara Jiran tersebut. Seluruhnya dideportasi dari Malaysia dengan menggunakan Kapal MV Gembira 3.

”152 orang hari tiba dari Malaysia, awalnya informasinya 153 orang, namun satu orang masih menjadi saksi di Malaysia sehingga belum dapat pulang,” katanya Rabu (21/11) malam.

Kata dia, TKIB yang dideportasi itu langsung dilakukan pendataan dari daerah mana mereka berasal. Selain itu juga mereka dipulangkan karena telah menjalani masa tahanan di Malaysia.

”Seluruh yang dideportasi ini di antaranya laki-laki 110 orang, perempuan 41 orang dan anak-anak 1 orang,” katanya.

Ia menyebutkan, TKIB yang dideportasi lalu, kebanyakan berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan dari Pulau Jawa.

”Yang membawa anak-anak mereka memang TKI dari Malaysia berkerja bersama suaminya sama-sama WNI di sana dan anak mereka juga lahir di sana,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi adanya TKI non-prosedural pergi ke luar negeri, khususnya lewat Tanjungpinang, sambung dia Imigrasi Tanjungpinang telah memperketat pengurusan paspor. Imigrasi juga akan menunda keberangkatan para TKI ke luar negeri, terutama tujuan Malaysia dan Singapura. Terbuki hasilnya cukup efektif, misalnya kalau dilihat dari pendeportasian yang jumlah terus berkurang dibandingkan tahun lalu.

Pada 2017 lalu, biasanya pemulangan dalam seminggu dua kali dengan jumlah minimal 600 orang, sementara sekarang rata-rata hanya 150 orang.

”Sejak 2017 sampai sekarang sudah ribuan yang kita tolak pengurusan paspor dan menunda keberangkatan yang terindikasi TKI,” ujarnya.

Setelah mereka dipulangkan, selanjutnya ditempatkan di Rumah Pusat Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang sebelum menunggu diberangkatkan ke daerahnya masing-masing, mengunakakan kapal Pelni. (Raymon, tetty, andika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here