Usai Membunuh, Nasrun Ingin Kabur ke Kampung

0
37
Terdakwa pembunuhan Supartini, Nasrun saat digiring keluar dari persidangan .kemarin f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Usai membunuh korban Supartini, terdakwa Nasrul ingin pergi keluar Tanjungpinang untuk menghilangkan jejak. Alasannya, untuk melihat orang tuanya sakit di kampung.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang Rabu (5/12) dengan agenda keterangan saksi.

Saksi Muhidin dan Andi merupakan kawan dari terdakwa menuturkan, ketemu dengan terdakwa bahwa dirinya ada masalah. Saat dipertanyakan apa masalah tentang penemuan mayat di jembatan. Bahwa pernah bertemu korban yang mana korban meminta pertanggung jawaban atas kehamilan.

”Bahwa dia ada SMS korban, kita sebut kalau tidak terlibat jangan takut,” ungkapnya.

Muhidin menyebutkan, Nasrun meminta antar kerumah Amirullah di Batu 16 untuk menenangkan diri disana. Terdakwa juga meminta tolong ke Amirullah untuk mencarikan kapal ke Batam pada malam itu, tetapi tidak dapat. ”Dia sudah bawa rangsel, katanya mau keluar Tanjungpinang dan bapaknya sakit,” sebutnya.

Lanjutnya, pihak kepolisian menelpon ke kami ingin berjumpa dan untuk menunjukkan dimana Nasrul. Bersama dengan polisi, sambung dia naik mobil menunjukkan dimana Nasrun berada. ”Kita di dalam mobil, polisi langsung menangkap Nasrun sekitar pukul 23.30 WIB,” ujarnya.

Selain itu, saksi Selamat yang merupakan tetangga di TKP pembunuhan menyebutkan, mengetahui kebun tersebut lokasi pembunuhan setelah ramai masyarakat melihat rekonstruksi. Pada saat kejadian itu ia sempat mendengar adanya suara pukulan kayu dan bunyi pintu mobil ditutup dari dalam kebun.

”Saya lagi main domino, ada suara dari kebun yang biasa di jaga Mamang adik ipar Nasrun. Saya telepon dia untuk memastikan,” sebutnya.

Selamat menjelaskan, bahwa Mamang tidak ada ditempat, dia berada di Kemboja. Maka kita tidak menaruh curiga dan melanjutkan permainan domino. Jarak rumah dan kebun itu sekitaran 50-100 meter, mendengar suara hempasan kayu itu hanya satu kali.

”Sekitar 10-15 menit mendengar suara bunyi pintu ada cahaya lampu mobil keluar dari kebun,” jelasnya.

Mamang adik ipar terdakwa menuturkan, menjaga kebun hanya sampai sore hari. Mamang mengaku kalau di kebun ada peliharaan ayam disana juga ada karung, kayu, tali dan pecahan bekas batu.

”Kalau karung itu biasa digunakan untuk bawa barang pulang ke rumah, ketemu dengan terdakwa juga hanya di kebun saja,” ujarnya.

Mendengar keterangan para saksi, majelis hakim Eduart MP Sihaloho dengan anggota Corpioner dan Ramauli H Purba menunda persidangan satu Minggu dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lain. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here