Usai Pegang-pegang, Cuci Tangan yang Tepat buat Menghindari Korona

0
260

BINTAN – Pemkab Bintan tak henti-hentinya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, dalam menghadapi wabah virus korona. Meski tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, warga tetap diimbau untuk waspada.

Waspada tersebut diartikan, agar masyarakat senantiasa menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan diri sendiri. Jika sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Bintan menyosialisasikan trik untuk menghindari virus korona, kini Dirut RSUD Bintan yang berbagi trik dalam meningkatkan PHBS buat masyarakat Bintan.

Direktur RSUD Bintan dr Beni Antomy menuturkan, saat ini, pihaknya melihat betapa pentingnya sosialisasi tatap muka dengan masyarakat pengunjung RSUD Bintan. Terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga :  Camat Tingkatkan Pengawasan Pembangunan Desa

Tujuan upaya ini dilakukan, agar masyarakat mengetahui dan memahami tentang PHBS secara benar. Seskipun dimulai dari halhal kecil di kehidupan sehari-hari. Seperti ketika warga batuk, maupun cara cuci tangan yang benar.

”Ya, usai pegang-pegang benda, sebaiknya kita melakukan cuci tangan, dengan cara yang tepat. Bukan asal-asalan. Cara ini yang bisa memproteksi, mencegah atau menghindari virus korona yang berbahaya di saat sekarang. Kita, juga tak luput dari berdoa dan senantiasa menjaga kebersihan di lingkungan rumah tangga,” demikian disarankan dr Benni Antomy, kemarin.

Baca Juga :  OJK Dorong Revolusi Industri Keuangan di Kawasan Perbatasan

Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah cirus korona saat ini. Warga tak perlu memborong masker maupun kebutuhan sehari-hari lainnya secara berlebihan.

”Lakukan aktivitas seperti biasa, tetap tenang dan jangan panik. Hal yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh,” kata Apri Sujadi.

Bupati meminta agar Dinkes Bintan melalui petugas medis di Puskesmas dan RSUD untuk menyosialisasikan cara menjalani PHBS guna memproteksi risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).

”Sosialisasi PHBS ini kepada masyarakat, secara tatap muka. Sehingga masyarakat memahami tentang PHBS, sehari-hari,” tambahnya, Jumat (6/3). (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here