Usai Wisuda, Bertekadlah Buka Usaha

0
1047
REKTOR UMRAH Prof Dr Syafsir Akhlus Msc ketika melaksanakan ritual pemindahan tali toga kepada wisudawati UMRAH pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda UMRAH ke-X di Aula Kantor Gubernur di Dompak, Sabtu(24/3). f-istimewa/humas umrah tanjungpinang

DOMPAK – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyarankan lulusan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang agar bertekad menjadi pengusaha. Posisi Kepri dengan segala potensinya, harus dimanfaatkan untuk membuka dunia usaha.

Mahasiswa-mahasiswi agar jangan terfokus hanya ingin menjadi pegawai negeri sipil. ”Usahakan agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Nurdin saat menghadiri Wisuda Umrah Angkatan ke X, di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (24/3) pagi.

Dalam wisuda sebanyak 342 mahasiswa itu, Nurdin mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama membangun Kepri. Termasuk para mahasiswa dan wisudawan.

Kepada wisudawan dan wisudawati, Nurdin mengajak mereka untuk memberikan partisipasinya dalam pembangunan Kepri. Apalagi saat ini mereka segera kembali ke lapangan.

Presiden Jokowi, kata Nurdin suda menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi poros maritim dunia. Kepri sangat ideal dengan program itu, terlebih posisinya sangat strategis.

”Kepri sangat cocok untuk itu. Makanya kita secara tidak langsung dituntut untuk piawai di bidang maritim,” kata Nurdin.

Para mahasiswa diajak Nurdin untuk mempersiapkan diri agar bisa bersaing. Potensi diri terus ditingkatkan dan harus jeli mengkap peluang-peluang yang ada. Para mahasiswa juga diminta jangan ragu membuka diri dan wawasan. Jangan sampai hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

”Lihatlah jauh ke depan dan jangan sampai dilewatkan. Potensi Kepri sangat besar. Tingkatkan semangat gotong-royong untuk menyambut tantangan ke depan dengan tetap mengedepankan filosofi Melayu yakni budaya santun,” kata Nurdin.

UMRAH Tanjungpinang menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-X di Aula Kantor Gubernur di Dompak, Sabtu (24/3). Wisuda kali ini diikuti oleh 342 wisudawan/ti dari Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FEKON), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Sidang senat ini, pihak Kampus UMRAH mendatangkan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Prof. Dorodjatun Kuntjoro Jakt PhD untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan tema ‘UMRAH Facilitating People For Better Future’.

Dalam orasinya, Prof Dorodjatun menyampaikan, bagaimana berpikir menjadi orang dengan masa depan yang lebih baik dengan segala kemampuan yang dimiliki. Saat berorasi, ia memberikan semangat kepada wisudawan/ti agar tidak ragu dalam melangkah menetukan masa depan setelah diwisuda dari universitas.

Ia juga berpesan, seorang wisudawan/ti harus mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa harus menunggu panggilan kerja. ”Di era seperti perekonomian sekarang ini, sebagai kaum intelektual itu jangan berpikir untuk mencari kerja. Tetapi berpikirlah bagaimana pekejaan itu mencari kita, dan kalau bisa buatlah pekerjaan itu sendiri,” sebut Dorojatun.

Nurdin mengatakan, kaum intelektual kampus merupakan komponen generasi masa depan bangsa Indonesia. Untuk itu, ia berharap wisudawan/ti dituntut kreatif untuk mengadakan lapangan kerja baru.

Selain bermanfaat bagi orang banyak, juga sebagai langkah untuk menyongsong pembangunan masa depan bangsa yang lebih baik terkhusus Provinsi Kepri. Karena terbatasnya lapangan kerja di era sekarang ini, ia berpesan kepada para sarjana untuk mengintip peluang yang ada di Kepri. Dengan begitu, munculkanlah ide untuk mengembangkan peluang itu ke depannya.

Sebagai kalangan intelektual, harus ada semangat merah putih untuk bisa menangkap dan menjawab peluang yang ada. Selain itu, mampu mengintip secara jeli peluang yang ada dan menganalisa lebih baik, dan punya pemikiran yang panjang untuk mengembangkan peluang itu.

”Karena kalau pemikiran sempit, tentunya akan sempit juga kesempatan peluang kerja,” ungkap Nurdin. Rektor UMRAH Prof Dr Syafsir Akhlus M.Sc dalam sambutannya, ia punya harapan kepada wisudawan/ti UMRAH bisa bersaing di masa depan.

Menurutnya, menjadi sarjana itu merupakan proses yang panjang dan penuh rintangan baik akademik maupun di luar itu. Jika tantangan itu mampu diselesaikan seorang wisawan/ti, iya pun berkeyakinan lulusan UMRAH mampu melewati tantangan dan bersaing di luar kampus. (abh/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here