Usia Penentu Masuk Sekolah Dasar

0
1225
Dadang AG

Untuk masuk Sekolah Dasar (SD) terutama sekolah negeri, maka syarat utama adalah usia. Mau masuk SD negeri, bukan harus tamat Taman Kanak-kanak (TK) yang dibuktikan dengan sertifikat tamat TK atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) TK.

TANJUNGPINANG – HAL ini juga mendapat penegasan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG yang mengatakan, yang tidak tamat TK pun bisa masuk SD asalkan usianya sudah 7 tahun ke atas.

”Kita bekerja sesuai aturan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) menegaskan, usia yang paling penting dilihat untuk masuk SD, bukan harus lulusan TK,” ujar Dadang via ponselnya.

Dadang menambahkan, untuk penerimaan siswa Kelas I SD tetap menggunakan sistem zonasi dan usianya 7 tahun ke atas. Namun, apabila yang mendaftar ke sekolah itu masih kurang dari kuota yang diperlukan, maka pihak sekolah bisa menerima siswa yang usianya di bawah 7 tahun.

Baca Juga :  Jaga Integritas UN Siswa Kepri

”Namun, selagi ada, maka yang diterima wajib berusia 7 tahun ke atas. Tidak boleh terima di bawah itu jika masih ada siswa lain. Karena kita utamakan dulu mereka yang sudah 7 tahun ke atas,” ungkapnya lagi.

Kepada seluruh pihak sekolah negeri untuk SMP dan SD, ia menegaskan agar tidak melakukan pungutan liar kepada orangtua siswa dengan modus menjual map saat pendaftaran.

Pihak sekolah harus menyiapkan map dan form pendaftaran serta tidak boleh ada uang kutipan. Karena tidak ada biaya pendaftaran. Semua gratis. Lain hal jika siswa sudah diterima di sekolah itu, apabila ada pungutan itu sesuai kesepakatan orangtua siswa dengan pihak sekolah seperti uang buku dan seragam sekolah.

Baca Juga :  SMAN 1 Tanjungpinang Juara Lomba Drumben

Adapun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TK, SD, SMP, SMA dan SMA sederajat tahun 2018/2019 tertuang di Permendikbud No.14 tahun 2018 tentang PPDB.

Permendikbud ini diterbitkan untuk menggantikan Permendikbud No.17 tahun 2017 yang dipandang sudah tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan layanan pendidikan.

Adapun waktu dan mekanisme PPDB tahun 2018/2-19 diatur dalam Pasal 3 dan 4 Permendikbud No.14 tahun 2018 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK sedejarat.

Pasal 3 dinyatakan, sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah (negeri) melaksanakan PPDB mulai Mei setiap tahun. Proses pelaksanaan PPDB dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan calon peserta didik baru pada sekolah yang bersangkutan sampai dengan tahap penetapan peserta didik setelah proses daftar ulang.

Baca Juga :  UNBK, Listrik Padam di Dua Sekolah

Sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah wajib mengumumkan secar terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB paling sedikit terkait persyaratan, proses seleksi, daya tampung berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai rombongan belajar.

Kemudian, biaya pungutan khusus untuk SMA/SMK/bentuk lain yang sederajat bagi daerah yang belum menerapkan wajib belajar 12 tahun serta hasil penerimaan peserta didik baru melalui papan pengumuman sekolah atau media lainnya. Selanjutnya dinyatakan, bahwa PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jringan (daring) atau luar jaringan (luring).(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here