Usulan Seragam Gratis Tak Direalisasikan

0
475
MEMBELI SERAGAM: Para orangtua beserta anaknya sedang membeli seragam sekolah di toko, Kota Lama. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANUNGPINANG – USULAN seragam gratis dari Komisi I DPRD Tanjungpinang bagi Peserta Didik Baru (PDB) atau keluarga tak mampu untuk tingkat SD dan SMP di Tanjungpinang belum dapat teralisasi di tahun 2018 nanti.

Hal ini diutarakan Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu. ”Kita sudah usulkan, dinas juga sudah tahu hitungannya itu. Sepertinya tidak diakomodir,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (5/12).

Mungkin karena APBD Pemko yang menurun dari tahun sebelumnya. Kini hanya sekitar Rp 817 miliar dari sebelumnya Rp 1 triliun lebih. ”Kita mau bahas pun anggarannya tidak banyak, jadi sudah mengikuti kegiatan yang diajukan OPD,” paparnya.

Apalagi proses pembahasan APBD 2018 Pemko Tanjungpinang terbilang cepat. Hanya dua hari setelah penyerahan Nota Keuangan dari Pemko ke DPRD Tanjungpinang. ”Jadi waktu pembahasan saya tak ada di Tanjungpinang. Begitu juga dengan pengesahan. Waktu yang singkat dan tak mungkin bisa mengetahui apa saja kegiatan dilaksanakan,” tuturnya.

Ia menilai, anggaran seragam gratis bagi PDB tak mesti secara keseluruhan. Bisa saja di alokasikan sekitar 30 persen dari total siswa tak mampu. Bila diprediksikan senilai Rp 8,1 miliar biaya seluruh seragam peserta didik baru, maka cukup mengalokasikan senilai Rp 2,4 miliar lebih untuk 30 persennya.

Berbeda dengan Bintan yang sudah menerapkan sejak 2017 ini. Bahkan di 2018 ada rencana Dana BOS Daerah bagi sekolah-sekolah yang jumlah siswanya sedikit. Ini artinya, Dana BOS pusatnya sedikit. Maka dibantu dari Pemda.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bapelitbang Kota Tanjungpinang, jumlah pelajar SD dan SMP di Kota Tanjungpinang 2017 lalu sekitar sekitar 8.151 orang di tahun ajaran 2017. Diperlukan anggaran sebesar Rp 8,1 miliar.

Kabupaten Bintan jumlah siswa SD dan SMP sebanyak 6.600 orang dengan alokasi seragam senilai Rp 5 miliar di tahun ini. Disinggung mengenai anggaran beasiswa, ia juga mengaku heran. Sebab, sudah tiga tahun terakhir ditiadakan. Awalnya alasan defisit hingga kini belum bisa direalisasikan.

”Beasiswa juga memang tidak ada dari tahun kemarin kan, yang tak mengerti juga. Tapi kita berharap proses pendidikan berjalan dengan baik,” ucapnya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here