Vaksin Rubella Masih Bisa Berlanjut

0
280
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun berbincang dengan anak-anak saat berkunjung ke daerah pesisir, belum lama ini. Saat ini, ratusan ribu anak-anak di Kepri belum di imunisasi MR. f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Hingga akhir Oktober, batas imunisasi vaksin Measless-Rubella (MR), jumlah anak-anak di Kepri yang sudah diimunisasi baru 57 persen dari total anak sasaran sebanyak 605.493 orang.

Meski demikian, imunisasi ini masih bisa dilanjutkan karena vaksin MR masih ada di Kepri. Sehingga, jika Dinas Kesehatan kabupaten/kota ingin melanjutkan imunisasi ini, maka vaksin masih ada.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, capaian imunisasi MR di Kepri ini terlalu rendah dibandingkan target sebelumnya harus sukses 95 persen.

Apalagi Kepri sudah dicanangkan harus bebas penyakit ini tahun 2020 nanti. Untuk itu, semua pihak diminta menyukseskan imunisasi tersebut karena itu untuk kepentingan masyarakat banyak.

Untuk menangani kesehatan masyarakat, kata dia, tak bisa satu dinas saja. Terlebih untuk imunisasi massal seperti ini. Harus mendapat dukungan semua pihak.

Jika ada masyarakat yang menolak, maka harus didekati dan disosialisasikan apa manfaat imunisasi MR tersebut. Jangan pula malah pihak sekolah yang menolaknya.

Apabila masyarakat meragukan kehalalan vaksin tersebut, maka Majelis Ulama Islam (MUI) pusat sudah mengeluarkan fatwa boleh menggunakan vaksin ini karena kondisinya darurat.

Dinas Kesehatan kabupaten/kota juga harus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Gandeng dinas lainnya seperti Dinas Pendidikan, camat, lurah, RT, RW tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

”Karena imunisasi ini tujuannya untuk kesehatan masyarakat. Kalau sampai kepala sekolah pun menolaknya, lalu siapa yang bertanggung jawab, apakah hanya Dinas Kesehatan? Kan tidak. Kita semua harus sama-sama menyukseskan imunisasi ini,” ajaknya.

Imunisasi MR ini dimulai 1 Agustus lalu untuk anak-anak sekolah hingga yang berusia 15 tahun. Kemudian, September dilanjukan untuk anak yang belum sekolah mulai dari yang berusia 9 bulan.

Karena banyak penolakan, pemerintah memperpanjang hingga akhir Oktober. Namun, penolakan dari sebagian masyarakat tetap ada, sehingga hasilnya di Kepri hanya 57 persen. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here