Verifikasi Independen Harus Transparan

0
544
VERIFIKASI: Suasana pemeriksaan berkas dukungan pasangan calon perorangan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang di Kantor KPU Kota Tanjungpinang. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang diminta transparan saat melakukan verifikasi berkas calon Wali Kota Tanjugpinang yang maju melalui jalur perseorangan atau independen di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 Juni 2018.

TANJUNGPINANG – Karena saat verifikasi berkas dukungan calon perorangan baka calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Edy Saprani-Edi Susanto, Jumat (29/11) ditemukan 1.748 dukungan dari masyarakat masih menggunakan KTP SIAK.

Sesuai aturannya, KTP SIAK tidak berlaku saat pilkada mendatang. Maka dukungan paslon Edy Saprani-Edi Susanto masih kurang dukungan 902. Jumlah dukungan yang sah baru 13.719 dukungan. Waktu menyerahkan dukungan ke KPU, paslon ini menyerahkan 15.467 dukungan. Syarat minimal dukungan 14.621 yang sudah ditetapkan KPU Tanjungpinang. Karena banyak dukungan yang menggunakan KTP SIAK yang tak berlaku.

Hal ini disampaikan pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, kemarin. ”Kita meminta kepada penyelenggara pemilihan umum yakni KPU untuk transparan terhadap verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan calon perseorangan,” kata Endri Sanopaka, kemarin.

Menurutnya verifikasi faktual dokumentasi dukungan, KPU langsung turun hingga menghampiri masyarakat sesuai alamat yang tertera di KTP elektronik maupun surat keterangan alias suket tersebut.

Berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota di pasal 48 ayat 6 berbunyi, verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat 4, dan ayat 5 dilakukan dengan metode sensus dengan menemui langsung setiap pendukung calon.

”Benar atau tidak, masyarakat itu memberikan dukungan dengan membubuhi tandatangannya. Kalau tidak, ini jelas ada pemalsuan tandatangan dukungan,” kata Endri.

Sedangkan di ayat 7, lanjut Endri, verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat 4, dan ayat 5, terhadap pendukung calon yang tidak dapat ditemui pada saat verifikasi faktual, pasangan calon diberikan kesempatan untuk menghadirkan pendukung calon yang dimaksud di kantor PPS paling lambat 3 (tiga) hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut.

Ayat 8, jika pasangan calon tidak dapat menghadirkan pendukung calon dalam verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat 7, maka dukungan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Ia yakin, KPU sebagai penyelenggara Pemilu bekerja secara profesional. Karena hanya ada satu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang melalui jalur perseorangan maju di Pilwako Tanjungpinang tahun 2018 mendatang.

Kemudian, mata masyarakat tertuju ke satu pasangan calon perseorangan ini. Untuk bersama-sama menyaksikan hingga memantau perjalanan pasangan perseorangan tersebut. ”Kemungkinan kecil KPU untuk kongkalikong dengan pasangan calon perseorangan tersebut,” sebut dia.

Sementara itu, Devisi Teknis KPU Kota Tanjungpinang, M Djohari mengatakan, pihaknya sedang melakukan proses verifikasi dokumen dukungan pasangan calon perseorangan, yaitu Edy Saprani-Edi Susanto. Baik itu berupah dokumen dukungan, seperti KTP elektronik maupun surat keterangan alias suket yang dikeluarkan oleh intansi terkait, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang.

”Mereka (Edy Saprani an Edi Susanto, red) mengantarkan dokumentasi dukungan sebanyak 15.467 jiwa. Dokumen dukungan ini yang kita akan pastikan. Benar tidak sampai 15.467 dokumen dukungan,” kata Djohari saat dikonfirmasi.

Ia belum bisa memastikan, apakah pasangan calon perseorangan ini memenuhi persyaratan atau tidak sebagai Cawako-cawawako. Alasannya, KPU masih sedang proses verifikasi dokumen dukungan pasangan calon perseorangan tersebut. ”Kalau kurang, nantikan ada masa perbaikan. Kalau tidak salah tanggal 8 Desember 2017 ini. Cobalah nanti, saya kabarin lagi,” tegasnya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here