Videotron Bodong Gentayangan

0
627
Meski jalan raya di Batam sudah lebar dan banyak tamannya, namun reklame berupa videotron di persimpangan jalan belum ada yang mengantongi izin.

BATAM – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Batam, Gustian Riau menegaskan, videotron di Batam tidak satupun ada mengantongin izin. Videotron di Batam disebutkan hanya memiliki izin titiknya saja tanpa ada izin reklame atau videotronnya. Videotron juga disebutkan, tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Pemko minta agar pemilik videotron yang menampilkan iklan-iklan digital lekas mengurus IMB dan pajak reklamenya.

Imbauan itu disampaikan Gustian Riau, Minggu (6/3) di Batam, saat ditanya pendapatan yang diterima Pemko dari videotron. Menurutnya, membayar izin titik videotron, bukan berarti sudah sah. Pemilik harus mengantongi IMB dan membayar retribusi ke Pemko.

”Khusus videotron, bagi kawan-kawan uruslah izin. Mereka mengurus titik ke BP. Bukan berarti sah. Belum izin mendirikan. Membangun harus ada IMB. Seharusnya setelah dikasih titik, urus IMB,” tegasnya.

Baca Juga :  Sulit Bangun Rumah Murah di Batam

Videotron untuk menampilkan iklan-iklan sebagai pengganti baleho, saat ini marak di Batam. Baik yang berukuran besar dan kecil. Namun, pemasangan juga dinilai banyak yang tidak sesuai estetika kota. Mereka melakukan penggalian, termaksud untuk kabel, dinilai bermasalah. Bahkan disebutkan, ada yang menggali di halaman rumah hingga rumah warga.

”Jangan menggali di perumahan. Ada yang menggali di rumah orang. Yang lucu, depan Ruko Niaga Mas, sudah tidak ada izin, dia menggali depan ruko orang untuk buat kabel. Ngamuk saya kemarin,” cetus Gustian.

Karena itu, dia meminta agar pemilik videotron untuk mengurus izin dan pihaknya sudah mengirim surat. Selain itu sudah ada Perwako yang mengatur. Termaksud untuk baleho-baleho sudah diatur dalam Perwako.

Baca Juga :  Akhirnya, 425 CPNS K2 Jadi ASN

”Perwako sudah ada. Ada ukurannya. Semua tayangan yang bentuk video, wajib punya izin. Baik di ruko, jalan atau lain,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan penertiban baleho. Pemko akan melakukan penertiban di wilayah Batuampar. Kemudian ke arah Simpang Jam, Lubuk Baja hingga Kabil. Di Batam ada sekitar 3 ribu reklame. Walau ada yang membayar pajak, namun itu hanya 10 persen yang membayar retribusi. Sehingga ke depan akan melakukan penertiban.

”Sudah kita bongkar kemarin ada lima titik. Ke depan, kami akan pasang tulisan tiap reklame dan videotron. Tulisan, sudah punya IMB atau tidak,” bebernya.

Baca Juga :  BP Cari Penampung Lumpur 1 Juta Kubik

Selain itu, diingatkan jika titik reklame yang satu pemilik, jaraknya minimal 50 meter. Perusahaan yang memiliki beberapa reklame, jarak titik antar reklame 50 meter. Sehingga, yang tidak sesuai ketentuan, nanti juga akan dibongkar. Setelah selesai penertiban ke Batuampar, baru di Simpang Jam, kemudian ke Simpang Kabil dan Lubuk Baja.

”Bagi mereka yang memiliki titik reklame dua atau tiga titik (satu lokasi) akan kita bongkar. 40-an titik reklame ke Batuampar yang akan ditertibkan. Simpang Indomobil akan kita kurangi. Harus sesuai jarak,” tegasnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here