Wadah Pelestarian Sejarah

0
805
PENJELASAN: Pegawai Mukitnas menjelaskan isi dari setiap banner kepada Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul dan pengunjung lainnya yang ada di Gedung Gonggong Tanjungpinang, Selasa (21/3). f-yoan/tanjungpinang pos

Targetkan 2.500 Pelajar Kunjungi Museum Keliling

Tanjungpinang – Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) menggelar pameran Museum Keliling di Gedung Gonggong, Tanjungpinang. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai Selasa (21/3) sampai Minggu (26/3) mendatang.

Berbagai spanduk informasi dilengkapi dengan foto-foto zaman dulu dipajang. Koleksi berupa informasi ditampilkan mulai dari masa politik etis sebagai awal kebangkitan hingga pergerakan yang ditandai dengan banyaknya kalangan pribumi terpelajar bergabung melahirkan organisasi pemuda pertama Boedi Utomo.

Pihak Muskitnas bukan hanya membawa spanduk terkait School tot Opleiding van Inlandsche Geneeskundigen atau STOVIA tetapi juga membawa sebuah tas kuno.

Tas itu merupakan milik dokter Angka, seorang pelajar STOVIA yang ikut mendirikan organisasi Boedi Utomo, pada 20 Mei 1908. Setelah lulus dari Stovia, dokter Angka masih memakai tas tersebut untuk kerja.

Sesuai keterangan yang tertera, tas kuno dokter Angka itu diproduksi di Belanda dan terbuat dari kulit biawak asli dan dipadukan dengan kerangka besi dan kuningan.

Kasi Pengkajian Muskitnas Jakarta, Isnudi menjelaskan ada dua benda kuno yang dibawa dari Jakarta. Selain tas juga membawa mikroskop yang dipakai pada zaman itu.

Untuk diketahui, gedung Mukitnas pada awalnya merupakan sekolah kedokteran bagi kaum ningrat Jawa.

Tujuan dari pameran keliling dalam upaya menyajikan sejarah dan tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia.

Di 2017 ini, Tanjungpinang menjadi kota pertama dilaksanakan museum keliling. Bila antusias pelajar tinggi ingin mengetahui, tak menutup kemungkinan tahun mendatang kembali melaksanakan kegiatan yang sama.

Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah pelajar. Ditargetkan selama pelaksanaan ada sekitar 2.500 pelajar yang akan berkunjung. Harapannya, agar generasi penerus mengetahui sejarah sekaligus mengajak mencintai museum.

”Pendekatan pameran lebih kepada aspek informasi. Makanya, sedikit koleksi benda yang dipamerkan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Menurutnya, masyarakat terutama para pelajar bisa membaca dan belajar bersama mengenai sejarah kebangkitan bangsa.

Pembukaan Museum Keliling dilaksanakan dengan pemotongan pita oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. Ia mengharapkan para generasi muda bisa mengetahui dan belajar dari sejarah.

Menurut Syahrul, museum merupakan wadah dari pelestarian peninggalan sejarah budaya masa lalu penting untuk diketahui. Budaya dimaksud bukan hanya dalam pelestarian benda-benda secara fisik tetapi juga adat istiadat dan norma. Ini perlu dipahami generasi muda sebagai pegangan hidup kedepan.

Usai pembukaan museum keliling, Syahrul didampingi Sekda Kota Tanjungpinang Riono dan pejabat lainnya melihat pameran Muskitnas yang dipajang di Gedung Gonggong.(Desi Liza)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here