Wagub Tak Mengerti Investasi Sawit

0
39
Isdianto

Menanggapi pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri ) Isdianto, terkait pelarangan investasi perkebunan kelapa sawit. Pihak PT Citra Sugi Aditya (CSA) menegaskan, Wagub Kepri tidak memahami persoalan investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lingga.

LINGGA – Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur PT CSA, yakni Supritoyo. Menurut dia, perusahaan telah mengantongi izin perkebunan pada tahun 2010 lalu. Sebelum izin tersebut terbit, perusahaan sudah melakukan aktivitas penambangan pasir darat.

Perusahaan bersama Ketua DPRD, sudah bertanya kepada Menteri Kehutanan soal status lahan yang dimohon. Saat itu, kami mendapatkan jawaban bahwa kawasan itu adalah kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi. Artinya, hutan itu milik negara dan perusahaan bersama Badan Pertahanan Nasional (BPN) siap melakukan inventarisasi dan akan mengganti lahan milik masyarakat,” kata Toyo, kemarin.

Ia juga mengaku kecewa terhadap Bupati Lingga H Alias Wello, yang melarang Kepala Desa (Kades) untuk hadir dalam sebuah acara sosialisasi perusahaan.

Padahal kegiatan tersebut, untuk menyelesaikan permasalahan lahan milik masyarakat yang akan diberikan ganti rugi dengan kesepakatan yang sudah dibuat antara masyarakat dan perusahaan.

”Kalau ditanya mengapa sampai sekarang kami belum menanam pohon. Karena kami sedang menyelesaikan proses perizinan. Kalaupun kemudian konsultasi publik baru dilaksanakan sekarang, hal itu dikarenakan manajemen PT CSA menunggu surat dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ucapnya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Bupati Lingga H Alias Wello meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk tidak memberikan rekomendasi bagi perusahaan yang akan membukan lahan perkebunan sawit di Lingga.

Penolakan tersebut, disampaikan Bupati Lingga H Alias Wello untuk menyikapi kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atas rencana perkebunan kepala sawit oleh PT Citra Sugi Aditya di Hotel Winner, Pancur, Lingga Utara, kemarin.

”Cerita soal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lingga sudah tamat, pasca terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Moratorium Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit,” imbuhnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Wagub Kepri Isdianto telah memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (LHK) Kepri Yerri Suparna untuk menghentikan proses pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) perkebunan kelapa sawit PT Citra Sugi Aditya (CSA) di wilayah Kabupaten Lingga.

Perintah penghentian pembahasan Amdal perkebunan kelapa sawit PT CSA itu, disampaikan orang nomor 2 di Kepri tersebut usai menerima surat keberatan dan penolakan dari Bupati Lingga H Alias Wello dan Ketua DPRD Lingga, Riono, Selasa (4/12).

”Wabup Kepri sudah perintahkan Kepala Dinas LHK Kepri, untuk menghentikan pembahasan AMDAL PT CSA itu. Beliau tidak setuju ada investasi perkebunan kelapa sawit di Lingga,” kata Bupati Lingga, H Alias Wello.

Awe menerangkan, baik Wagub Isdianto dan ia tidak alergi dengan investasi. Karena mereka meyakini, bahwa keberadaan investasi yang pro lingkungan disuatu daerah dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

”Peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak harus dijawab, dengan investasi perkebunan kelapa sawit. Ada banyak pilihan-pilihan investasi, selain perkebunan kelapa sawit yang jauh lebih ramah terhadap ekosistem lingkungan. Dapat dibayangkan, dalam satu hari satu batang pohon kelapa sawit bisa menyerap 12 liter unsur hara dan air dalam tanah,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here