Wagub, WAJIB

0
413
Husnizar Hood, Nurdin Basirun

Gubernur: Maklum, Saya Baru Belajar 

Apapun ceritanya, Kepri harus segera punya wakil gubernur. Jangan mundur.

Tanjungpinang – SURAT bernomor 55 itu menimbulkan banyak tanya di kalangan masyarakat. Ketika sudah kemuncak ingin melihat Gubernur Nurdin memiliki wakil agar kerja pemerintahan semakin optimal, elit DPRD Kepri justru menerbitkan surat yang menyatakan bahwa berkas pengajuan nama calon wakil gubernur dinyatakan belum memenuhi persyaratan sehingga harus dikembalikan.

Pada poin pertama di surat tersebut, dinyatakan Pasal 45 dan Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 dijadikan sebagai dasar tindakan. Sedangkan pada poin kedua, menegaskan apabila dokumen tersebut tidak dilengkapi, proses pemilihan wakil gubernur belum dapat dilakukan.

Partai politik pengusung tidak ambil pusing dengan Surat 55 tersebut. Maksudnya, tidak berprasangka macam-macam di sebalik penerbitan surat itu. Seperti yang dinyatakan Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri, Husnizar Hood.

Bagi dia, Surat 55 tak lebih dari sebuah langkah kehati-hatian di kalangan legislatif agar tidak terjadi kesalahan dalam mewujudkan wakil gubernur buat Provinsi Kepulauan Riau.

“Segala yang kurang, pasti akan kami lengkapi. Sesederhana itu. Kami janjikan dua hari ke depan sudah lengkap dokumen seperti yang diminta Pak Nadeak. Karena memang Kepri itu harus punya wagub. Provinsi kita ini luas,” ujar Husnizar, ditemui Tanjungpinang Pos, Selasa (28/2).

Parta Demokrat, kata Husnizar, juga mengapresiasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang setelah melalui tahapan panjang, telah mengajukan dua nama calon pendampingnya ke DPRD Kepri.

Pun kepada Jumaga Nadeak selaku pihak yang meneken Surat 55. Lantaran kompatriot Husnizar di legislatif Provinsi Kepri juga cukup responsif atas pengajuan dua nama calon wakil gubernur.

“Coba bayangkan kalau Pak Nadeak menerbitkan surat itu seminggu atau dua minggu lagi, pasti lebih lama lagi proses pemilihan wagub. Ini diajukan 23 Februari, dan 27 Februari sudah ada balasan. Artinya, DPRD Kepri pun ingin Pak Nurdin lekas punya pendamping,” ujar Husnizar.

Sebab itu, Husnizar meminta kepada segenap pihak, utamanya kepada masyarakat, agar tetap bersabar.

Perlu diketahui pula, kata dia, beberapa waktu sebelumnya, DPRD Kepri memang terlebih dahulu terfokus ke pembahasan APBD 2017 dan proses pergantian antarwaktu dalam internal DPRD Kepri.

Setelah dua tahapan kerja ini terlewati, tiba saatnya untuk kembali membahas pemilihan wakil gubernur yang akan mendampingi Gubernur Nurdin hingga 2021 mendatang.

“Kita semua maunya sama. Kita sama-sama ingin lekas punya wagub. Biar visi-misi Pemprov Kepri ini bisa lebih mudah terwujud. Karena itu, kalau bisa dibuat mudah, mengapa harus kita buat sulit,” pungkas Husnizar.

Gubernur Nurdin Siap Perbaiki Persyaratan
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun, menerima koreksi DPRD Kepri terkait usulan dua nama calon wakil Gubernur Kepri yakni Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Isdianto dan Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo Jumat (24/2) lalu.

“Kita siapkan syarat-syarat yang diminta oleh DPRD, saya belum baca persis aturan-aturannya. Saya sengaja antar dulu bahwa saya mengusulkan dua nama, kalau mereka minta persiapkan persyaratannya, nanti kita segera siapkan,” terang politisi Partai NasDem provinsi Kepri tersebut di hotel CK Tanjungpinang, Selasa (28/2) kemarin.

Menurut Nurdin tidak ada yang salah ketika DPRD meminta dirinya untuk mengkoreksi kekurangan-kekurangan itu.

“Itu tidak salah, saya belum intruksikan ke masing-masing calon, mungkin mereka sudah baca koran hari ini, (kemarin, red),” tambahnya.

Bahkan terkait tidak berkoordinasi dengan partai pengusung sebelum mengajukan dua nama ke DPRD kemarin, Nurdin menambahkan, memang katanya belum bicara dengan masing-masing partai pengusung dan itu menurut Nurdin hal yang wajar.

“Saya percaya mereka mempunyai tokoh unggulannya masing-masing. Silakan nanti kita duduk bicara lagi.” terangnya.

Nurdin bahkan mempelajari berbagai aspek negatif yang timbul, misalnya timbulnya gugatan, makanya salah satu saran Ketua DPRD ini sangat baik.

“Saya pun baru belajar politik, tolong maklumi, jujur saja mereka inikan punya partai masing-masing, DPRD juga, menurut saya dua nama itu adalah hasil dari proses dan ketentuan, dan itu biasa dalam politik,” terangnya saat disinggung penilaiannya soal dua nama yang mengemuka: Isdianto dan Agus Wibowo.

Senada dengan Husnizar Hood, Nurdin bahkan menegaskan, bahwa lebih cepat lebih bagus provinsi Kepri memiliki Wagub.

“Saya sering ditanya diminta masyarakat, soal wagub, semakin cepat lebih bagus. Jangan ada tenggang waktu,” ungkapnya.(FATIH MUFTIH – SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here