Wahai Pemuda, Ciptakan Lapangan Kerja

0
259
Ferdinan Pratama Hamdanul

Oleh: Ferdinan Pratama Hamdanul
Mahasiswa UMRAH, Tanjungpinnag

Persaingan di era globalisasi ini semakin ketat, tingkat persaingan hidup semakin hari semakin semakin sulit. Hidup adalah sebuah kompetisi yang tidak pernah habis. Oleh karena itu, kita terus berusaha agar mampu menjadi kompetitior dalam kehidupan ini, banyak hal yang harus kita persiapkan sejak dini, sehingga kita siap menghadapi kondisi kehidupan kedepan yang selalu tidak pasti.

Salah satu ciri utama kehidupan dimasa sekarang dan masa yang akan datang adalah terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam lingkungan kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan generasi muda untuk mengatasinya. Generasi muda adalah kelompok atau dekade generasi yang terdiri dari sosok penuh vitalitas sebab mempunyai potensi maksimal, generasi muda adalah generasi harapan yang menjadi penentu kondisi masyarakat di masa depan.

Kewirausahaan dirasa semakin penting peranannya dalam pengembangan Perekonomian Nasional. Kewirausahaan dan pertumbuhan perekonomian punya korelasi sebab akibat yang saling timbal balik, perlu ditumbuh kembangkan secara sistematis dan komprehensif dengan mengikutsertakan komponen bangsa.

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) telah dicanangkan oleh Presiden RI di Auditorium SMESCO pada tanggal 2 Februari 2011. GKN menunjukan komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Ini juga sebagai upaya pemerintah untuk mencapai sasaran Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Kedua yang mentargetkan turunnya tingkat pengangguran dari 7 persen pada tahun 2011 menjadi 5–6 persen pada tahun 2014, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 6,5 persen pada tahun 2011 menjadi 7,7 persen pada tahun 2014 dan menurunkan kemiskinan dari 12,5 persen menjadi 8–10 persen pada tahun 2014.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, minat lulusan lembaga pendidikan untuk berwirausaha sangat rendah, yaitu bagi lulusan SLTA (22,63 persen) dan perguruan tinggi (6,14 persen). Sedangkan mereka yang berpendidikan SD dan SMP justru memiliki kemandirian untuk berusaha sendiri (32,46 persen). Terdapat kecenderungan para pemuda berpendidikan SLTA (61,87 persen) dan sarjana (83,20 persen) memilih menjadi pekerja atau karyawan dibanding menjadi wirausahawan inovasi sangat penting. Suka atau tidak suka tantangan sangat pesat, hanya orang-orang yang yang mencintai perubahan lah yang mampu bertahan dan hanya orang-orang yang berani berinovasilah yang unggul.

Pentingnya mengubah pola pandang tentang pentingnya inovasi dijelaskan oleh Charles Andy (1997), bahwa masa depan bukanlah kelanjutan masa lalu, karena masa depan akan sangat berbeda dengan masa lalu, karenanya kita harus meninggalkan cara lama agar sukses menghadapi masa depan. Reorientasi pendidikan di negeri ini yang semula berorientasi pembelajaran knowladge menjadi pembelajaran skill merupakan suatu kebijakan yang tepat.

Salah satu langkah kongkret yang dilakukan adalah pentingnya mengubah pola pikir (maindset) entrepreneur yaitu sebagai pencipta lapangan kerja (job creator) bukan sebagai pencari kerja (job seeker), agar bisa menjadi generasi yang mandiri, kreatif dan inovatif, berdaya saing dan berwawasan global.

Menurut data Menteri Koperasi dan UKM tahun 2016 jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1.5% dari total jumlah penduduk saat ini. Indonesia sangat tertinggal jauh dengan negara lain seperti singapura sebesar 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%. Rendahnya persentase minat masyarakat Indonesia terutama pemuda untuk terjun dalam dunia wirausaha menjadikan keterlambatan kemajuan dibidang pembangunan ekonomi. Kita bisa melihat pemuda yang sukses karirya dengan kebebasan financial mayoritas mereka yang tekun dalam menjalani usaha bisnis.

Sayangnya, pilihan menjadi wirausaha ini belum begitu banyak tumbuh di kalangan generasi muda. Membludaknya pendaftar CPNS, mental menjadi selebritis dadakan atau politisi karbitan menunjukkan masih rendahnya karakter mental kewirausahaan pemuda kita. Tampak masih sangat kuat mental ambtenar, yaitu mengharapkan output pendidikan sebagai pekerja dalam diri generasi muda karena menganggap pegawai negeri memiliki status sosial yang cukup tinggi dan disegani.

Membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidaklah mudah. Selain kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran pemerintah dan pihak lainnya sangat dibutuhkan. Hal ini karena entrepreneurship sesungguhnya tak sebatas profesi, namun lebih berkaitan dengan mindset dan mental seseorang yang dibutuhkan di beragam bidang kehidupan.

Kewirausahaan membutuhkan kemampuan mengolah kesempatan, tantangan, dan resiko dalam tindakan nyata. Kewirausahaan butuh proses yang akan lahir seiring dengan pengalaman, eksperimen, informasi berbagai sumber, dan tidak sebatas pada pendidikan di sekolah. Seorang wirausahawan sejati membutuhkan mental dan semangat yang tinggi karena dihadapkan pada ketidakpastian. Mereka yang berhasil sebagai wirausahawan adalah mereka yang mampu mengubah ketidakpastian menjadi kemungkinan dan mengubah kemungkinan menjadi kepastian.

Kewirausahaan merupakan nilai dari suatu generasi. Tanpa kewirausahaan maka suatu generasi akan kehilangan esensinya. Karena itu saatnya kita melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda melalui pengembangan mental kewirausahaan. Alumni perguruan tinggi harus didorong supaya berinisiatif menciptakan lapangan kerja. Demikian juga diperlukan dorongan lingkungan keluarga dimana para orang tua berani untuk mengarahkan anaknya meninggalkan “zona nyaman” dan berani untuk berkarya, berkreasi dan menciptakan nilai baru yang bermanfaat.

Secara spesifik, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung pula pada lingkungan makro. Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah “wirausahawan semu” yang muncul tak lebih karena mental korup, dekat dengan kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi. Bangsa ini membutuhkan generasi baru wirausahawan yang ungggul (entrepreneurial excellence) yang memiliki karakter mental kewirausahaan seperti inovatif dan kreatif namun juga tangguh dan peduli.

Jika jiwa pemuda lebih tertarik untuk membuka usaha tentunya akan berpengaruh dalam mengurangi angka pengangguran, peningkatan aset pendapatan bagi daerah dan sebagai nilai tambah dalam kemajuan perekonomian negara

Dengan berwirausaha, seseorang dapat mandiri dalam berbisnis, tidak cemas akan status pekerja pada perusahaanya dan lebih bebas dalam menjalankan usahanya. Disamping itu, wirausahawan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sosial.

Berwirausaha dalam bidang apapun pasti akan memberikan manfaat yang sangat luas bagi masyarakat khususnya dengan masalah pengangguran. Seorang wirausahawan memberikan dampak kepada penurunan angka pengangguran khususnya bagi orang-orang yang tidak/belum pernah sekolah/belum tamat sekolah di Indonesia karena secara rata-rata tingkatan pendidikan tersebut menyumbangkan angka yang sangat besar bagi jumlah pengangguran di Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun memberikan suatu program yang mendukung perkembangan wirausaha di Indonesia. Pemerintah memberikan dana secara sukarela kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikannya di universitas-universitas negeri di Indonesia untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang wirausaha. Selain pemerintah, perusasahaan-perusahaan besar di Indonesia pun memberikan program pengembangan wirausaha kepada mahasiswa dan masyarakat secara luas.

Setiap program tentang wirausaha yang diadakan baik oleh pemerintah maupun oleh perusahaan-perusahaan secara umum dilakukan dengan proses penyeleksian terhadap ide bisnis yang dimiliki oleh seorang calon wirausahawan sehingga proses ini mamacu calon wirausahawan untuk berfikir kreatif tentang bisnis yang akan dikembangkan.

Bukan hanya sekedar proses seleksi yang ketat namun setelah itu program-program yang diberikan pun sangat baik, calon wirausahawan bukan hanya diberikan modal untuk berusaha tetapi juga diberikan pengetahuan tentang tata cara berwirausaha yang baik. Peluang ini sangat bagus bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan ide yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan bahwa peranan wirausaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan sangat menjanjikan dan memberikan indikasi kepada masyarakat bahwa pemerintah mulai menyadari peranan wirausaha dalam membantu menurunkan angka pengangguran di Indonesia yang berdampak baik bagi perekonominan Indonesia.

Tantangan menghadapi Pasar Global Asia “Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” sudah saatnya pemuda berkarya dan berbenah diri menjadi Agent of Change untuk menjemput peluang yang ada di tanah kelahiran sendiri dengan cara meningkatkan kemampuan wawasan kewirausahaan dan produktifitas berdaya saing tinggi. Menjadi pemuda yang inovatif, energik dan produktif bukan lagi menjadi pemuda yang puas sebagai generasi peminta-minta. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here