Wajib Bikin Master Plan Drainase Induk

0
228
KADIS PU Kota Tanjungpinang, Henri saat mengawasi pembobolan drainase yang tersumbat di Jl.Ir Sutami, Jumat pekan lalu. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hingga saat ini, belum ada master plan drainase perkotaan Tanjungpinang dan Bintan. Padahal, Peraturan Menteri PU (Permen PU) No.12 Tahun 2014 tentang Drainase Perkotaan mewajibkan master plan itu harus dibuat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Henri mengatakan, memang sampai saat ini belum ada master plan tersebut untuk Kota Tanjungpinang.

”Tadinya kami yang mau buat. Tapi saat berkunjung ke Kantor BWS (Balai Wilayah Sungai), katanya mereka yang akan membuatnya sekaligus untuk Pulau Bintan. Bukan untuk Tanjungpinang saja,” ujar Henri, kemarin via ponselnya.

Di Permen PU tersebut, kata Henri, master plan drainase perkotaan itu sudah harus dibuat minimal tiga tahun sejak peraturan itu diterapkan.

Master plan ini, lanjutnya, lebih kepada membuat desain awal pembangunan drainase induk perkotaan. Tanjungpinang, kata dia, belum memiliki drainase induk sampai sekarang.

Henri menjelaskan, untuk pembuatan master plan drainase perkotaan itu bisa pusat melalui BWS, bisa juga provinsi dan pemko. Namun, untuk pembangunannya nanti bisa sharing atau membangun sesuai tupoksi masing-masing.

Master plan, kata dia, statusnya masih gambaran awal pembangunan drainase perkotaan. Dari master plan ini, akan muncul lagi banyak DED (Detailed Engineering Design).

Sehingga, untuk membangun satu drainase induk tersebut, membutuhkan banyak waktu dan banyak anggaran. Namun, karena banyak DED yang bisa dibuat, pembangunan bisa bertahap.

Tahun ini, Dinas PU sudah menganggarkan dana untuk pembuatan DED penanganan drainase di Kota Lama. Kota ini telah ditetapkan menjadi Kota Pusaka di Tanjungpinang bersama Pulau Penyengat.

Dengan ditetapkannya Kota Pusaka, maka akan ada anggaran stimulus dari pusat untuk membenahi kota tersebut. Untuk Kota Lama, yang akan dibenahi adalah drainasenya agar bebas banjir.

Saat ini, kata Henri, di beberapa titik di Kota Lama ada lokasi banjir yang selalu jadi langganan. Persoalannya di sana adalah, banyak drainase yang sempit, tertutup dan terjadi pendangkalan.

Untuk membebaskan kawasan ini dari banjir, maka drainase harus dibersihkan secara menyeluruh. Drainase rusak akan diperbaiki. Drainase kecil akan diperlebar dan akan dibangun drainase yang baru.

Henri mengatakan, ini bukan pekerjaan mudah sebab daerah itu sudah sangat padat. Apalagi bicara tentang lahan untuk kepentingan pembangunan drainase, warga akan berpikir.

Tapi ia yakin, dengan pendekatan persuasif dan sosialisasi pembenahan Kota Lama, pekerjaan ke depan akan lancar. Sementara ini, Henri mengimbau agar warga Kota Lama maupun pengunjung sama-sama menjaga kebersihkan lingkungan.

Jangan buang sampah sembarangan yang justru memperparah penyumbatan drainase yang ada. Di bagian hilir nanti, akan ada pembangunan atau dilakukan pengerukan alur. Sehingga saluran pembuangan air dari hulu bisa lancar. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here