Wako dan Ketua DPRD Beda Pendapat

0
517
H Syahrul

Bola Panas Rencana Kenaikan Gas 3 Kilo

Walikota Tanjungpinang dan Ketua DPRD berbeda pendapatan tentang rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas subsidi ukuran 3 kilogram.

TANJUNGPINANG – Rencana kenaikan HET gas dari Rp15 ribu jadi Rp18 ribu per tabung tinggal diteken walikota. Kenaikannya Rp3 per tabung. Walikota H Syahrul mengatakan ia akan meneken HET gas karena DPRD Kota Tanjungpinang sudah menyetujuinya.

”Sudah disetujui dewan. Kalau sudah di meja saya, langsung teken HET gas Rp18 ribu,” kata H Syahrul kepada Tanjungpinang Pos di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (22/11).

Kata Syahrul, kalau besok (hari ini, red) sudah dimejanya, ia langsung meneken SK kenaikan HET gas tersebut.

Namun, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno membantah kalau dewan sudah menyetujui kenaikan HET. Ia mengatakan rencana kenaikan HET gas bukan persetujuan dari dewan. Karena dewan tidak pernah membahas HET gas elpiji 3 kilo. Dewan, lanjut kader PDIP Provinsi Kepri ini, hanya menerima aduan yang selalu disampaikan oleh pengusaha gas elpiji 3 kilo.

Baca Juga :  Air Pasang Tinggi, Bau Sampah Mulai Mengganggu

Atas keluhan tersebut, Dewan hanya memberikan solusi kepada pengusaha gas tersebut. Kemudian, Dewan juga memberikan solusi kepada Pemko Tanjungpinang. ”Bukan kita (DPRD) yang menyetujui HET gas itu naik,” sebut dia.

Ketiga perusahaan distributor gas di Tanjungpinang yakni PT Bumi Kharisma Pratama, PT Mulia Bintan Sejahtera dan PT Adri Jasya Sakti.

Meskipun HET belum naik, tapi para pedagang, sudah menaikkan harga gas dari Rp15 hingga Rp20 ribu per tabungnya. Padahal, harga HET atau harga tertinggi mestinya Rp15 ribu per tabung. Bahkan masyarakat heran, kenapa gas naik, padahal gas tersebut di subsidi oleh negara. Warga juga heran, daerah lainnya di Indonesia termasuk di Kepri, tidak ada kenaikan HET, kenapa Pemko menaikan HET. Sedangkan Pertamina juga tidak ada mengusulkan HET Naik.

Baca Juga :  Paskibraka Harus Beri Contoh Positif

Masih Kata mantan guru Tanjungpinang ini, DPRD Kota Tanjungpinang sudah menyetujui HET gas elpiji 3 kilo sebesar Rp18 ribu. Jadi, Pemko Tanjungpinang tinggal menindaklanjuti HET gas elpiji 3 kilo tersebut.

Sampai saat ini, HET gas elpiji 3 kilo secara resmi masih kisaran Rp15 ribu sampai Rp16 ribu. HET gas elpiji 3 kilo telah berlaku sejak tahun 2010 lalu.

Harga gas elpiji 3 kilogram Rp15 ribu berlaku di wilayah Tanjungpinang kecuali Dompak dan Pulau Penyengat. Karena di dua wilayah, yaitu Dompak dan Pulau Penyengat harga gas elpiji 3 kilogram mencapai Rp16 ribu.

Baca Juga :  80 Persen Toko  di  Bestari Mal Tutup

Sambung Wako, bila ia sudah diteken, berjanji akan melakukan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji 3 kilo sampai ke masyarakat. Yang perlu ditingkatkan pengawasan, kata dia, di pengecer gas elpiji 3 kilo.

”Pengecer gas elpiji 3 kilo perlu diawasi. Jangan sampai ada yang jual gas elpiji 3 kilo di atas HET setelah ditetapkan nanti,” harap dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Tanjungpinang Raja Alhafiz meminta agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan HET gas di Kota Tanjungpinang. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here