Wako Minta Warga Jangan Golput di Pilwako

0
345
TAMU REDAKSI: H Lis Darmansyah (kanan) melihat langsung proses pembuatan berita saat kunjungi kantor harian Tanjungpinang Pos, belum lama ini. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah meminta agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilwako, 27 Juni 2018 mendatang.

TANJUNGPINANG – Dia berharap, semua masyarakat bisa berpartisipasi pada pesta demokrasi di Pemilihan Wali Kota untuk periode 2018-2023 mendatang.

”Saya minta masyarakat untuk tidak Golput. Karena satu suara kita bisa menentukan nasib Tanjunginang kedepannya,” kata Lis Darmansyah belum lama ini saat menjadi tamu redaksi di redaksi Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Politisi PDIP ini menambahkan masyarakat Tanjungpinang harus berpartisipasi dan tidak ada masyarakat yang golput. Ini adalah pesta demokrasi, jadi masyarakat diharapkan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin kedepannya.

Ia juga menjelaskan, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan penyelenggara pemilu bisa menekan adanya potensi pemilih golput di Pilkada mendatang. KPU juga diminta agar terus mengsosialisasikan pilwako ke masyarakat agar masyarakat tahu bakal ada pesta demokrasi lagi.

Jangan sampai masyarakat justru tidak tahu kalau di Tanjungpinang akan ada pesta demokrasi, yakni pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Tanjungpinang. Lis kembali berpesan kepada KPU, paling tidak dua hari atau tiga hari menjelang pencoblosan, semua warga sudah menerima surat pemberitahuan datang ke TPS. Jangan sampai warga tidak menerima surat pemberitahuan datang ke TPS.

”Sosialisasi terhadap pemilih tersebut sangat penting. Namun, walaupun dari penyelenggara sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi tidak adanya partisipasi dari masyarakat dalam mendukung pesta demokrasi ini, sama saja,” ungkapnya.

Kata dia, masyarakat Tanjungpinang harus tetap ke TPS meskipun nantinya tidak menerima surat pemberitahuan dari KPU. Selama ini angkat golput tinggi karena masyarakat beranggapan kalau tidak surat undangan dari KPU, mereka tidak mau datang ke TPS. Padahal sambung Lis, surat pemberitahuan yang diberikan KPU itu bukan undangan. Tapi selama ini masyarakat beranggapan itu adalah undangan. Tak dapat undangan tak mau ke TPS. ”Ini yang salah pengertian selama ini. Gara-gara katanya tak dapat surat undangan, warga kita tak mau ke TPS,” bebernya.

Kata dia, kalau sudah terdaftar jadi pemilih tak ada undangan dari KPU tetap harus mencoblos.

Ia juga berharap, bagi masyarakat yang belum memegang KTP elektronik, tapi sudah memegang surat keterangan penganti KTP tetap diharapkan tidak golput. Karena surat keterangan penganti KPT adalah dokumen resmi dan sah digunakan untuk memberikan hak suaranya pada pilkada mendatang.

Hal sama juga disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul. Kata dia satu suara masyarakat sangat menentukan arah pembangunan untuk lima tahun ke depanya. ”Kita lihat di Pilkada 2013 lalu, Pileg 2014 dan Pilgub 2015 lalu, angka golput di Tanjungpinang masih tinggi,” bebernya.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here