Wako Sebut PPJU Belum Naik

0
280
LAMPU penerangan jalan umum di Batamf-ISTIMEWA/tanjungpinang pos

BATAM – Masyarakat mengkapkan jika pajak penerangan jalan (PPJU) yang ditagihkan melalui Bright PLN Batam, sudah 7 persen. Namun Wali Kota Batam, HM Rudi mengaku belum mengetahui kenaikan itu. Alasannya, belum menerima surat resmi dari DPRD Batam, terkait PPJU yang disampaikan sebelumnya.

Pengakuan itu disampaikan Wali Kota Batam, HM Rudi, Kamis (25/4) di Engku Putri, Batam Centre. Diakui, sampai saat ini mereka masih menunggu kepastian rekomendasi DPRD Batam. Dimana, sebelumnya Pemko Batam, meminta penundaan kenaikan PPJU ke DPRD Batam.

”Dari DPRD belum ada surat resmi. Kita lihat saja, kalau ada tagihan (naik) dari April, akan kita minta dari PLN,” kata Rudi.

Baca Juga :  30.730 Paket Sembako Murah Disalurkan

Rudi meminta agar soal tagihan PPJU yang naik dari 6 menjadi 7 persen itu, ditanya ke PLN Batam. ”Atau coba tanya ke Raja Azman, BP2RD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah),” himbau Rudi.

Diakui, hari itu pihaknya akan melakukan pertemuan dengan PLN hari itu. Namun pertemuan itu bukan terkait dengan PPJU. Pertemuan itu akan membicarakan terkait pemadaman yang belakangan ini terjadi di Batam.

”Pertemuan soal mati hidup lampu itu. Bukan soal PPJU,” imbuhnya.

Pemko Batam sebelumnya, mengajukan penundaan kenaikan PPJU, yang seharusnya dilakukan tahun ini. Pengajuan penundaan, karena Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah, sudah mengatur kenaikan PPJU.

Baca Juga :  Belajar Pelayanan Pelanggan Kelas Bintang 5

DPRD Batam menilai, jika penundaan diajukan, harusnya dilakukan revisi Perda. Namun Rudi menilai, revisi tidak perlu dilakukan, jika penundaan bisa dilakukan sesuai kesepakatan Pemko dan DPRD. ”Ditunda saja tanpa harus revisi,” kata Rudi.

Alasan penundaan kenaikan PPJU disebabkan karena Pemko menilai jika kondisi ekonomi masyarakat, membaik. Namun kembali pihaknya menyerahkan ke DPRD Batam, apakah menyetujui atau tidak.

”Kalau revisi Perda. membutuhkan waktu dan biaya pembahasan,” ujar Rudi.

Tapi sebelumnya, Kepala BP2RD Batam, Raja Azmansyah mengatakan, jika tidak ada kesepakatan penundaan kenaikan PPJU, secara otomatis kenaikan diberlakukan. Pihaknya secara otomatis menaikkan tarif yang sesuai Perda.

Baca Juga :  BP Carikan Investor Garap Lahan 8.200 Hektare

Tarif PPJU bagi pengguna rumah tangga ditetapkan 7 persen atau naik dari 6 persen. Sementara PPJU untuk bisnis, naik 2 persen jadi 8 persen.

Terkait pengakuan warga yang mendapat tagihan PPJU sudah naik menjadi 7 persen, PLN Batam membenarkan.

Menurut Humas PLN Batam, Yoga pemberlakukan kenaikan PPJU sejak April 2019.

”Sudah berlaku mulai April 2019. Itu permintaan BP2RD,” ungkap Yoga. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here