Wako Sediakan Lahan 10 Ha untuk Cabai

0
383
Pertanian dan peternakan: Wali Kota saat meninjau lahan pertanian dan ternak serta budidaya ikan, kamis (16/2).

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah melakukan peninjauan ke lokasi kandang sapi Kampung Sidomulyo, Jalan Lembah Merpati Km.13 Tanjungpinang, Kamis (16/2).

Kedatangan wali kota didampingi istri Ibu Hj. Yuniarni Pustoko Weni SH, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kepala DLH, Ketua RT dan Ketua Kelompok Usaha Peternakan Sapi Sukamaju.

Saat mengunjungi lokasi, Lis langsung berdialog dengan kelompok usaha peternak sapi. Setelah mendapat penjelasan dari para anggotanya, Lis bangga bahwa anggota mereka tidak satupun memiliki surat keterangan miskin (SKM). Ini artinya mereka sudah mandiri.

Awalnya, kata Lis, kelompok usaha ini mendapat bantuan 18 ekor sapi jenis Bali dari APBN. Alhamdulillah sapi-sapi tersebut bisa berkembang biak dari 18 ekor sapi bertambah menjadi 27 ekor sapi. Ini artinya mereka benar-benar komitmen untuk mengembangkan usaha kelompoknya.

”Setiap program pemerintah pasti ada manfaatnya bagi masyarakat, terutama untuk kesejahteraan hidupnya. Saya ingin, para anggota kelompok jangan pernah puas sampai di sini. Kelompok ini harus terus mengembangkan usahanya,” ucap Lis di lokasi peternakan sapi.

Saat ini, Lis mencoba untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian, seperti tanaman cabai dan herbal. Ia telah pinjam lahan seluas 20 ha untuk menanam cabai dan herbal.

Pemko akan coba menanam cabai dengan lahan 10 ha, sistemnya akan dibuat per kelompok agar masyarakat dapat diberdayakan. Jika ini berhasil, maka petani mampu memenuhi kebutuhan lokal.

Nantinya, lanjut Lis, petani akan diberikan pelatihan. Bila perlu diundang petani dari Kabupaten Kulonprogo untuk memberikan pelatihan.

”Saya yakin jika dilakukan keinginan besar dan keseriusan, mudah-mudahan ini berhasil, apalagi dengan kerja sama diantara kelompok usaha tadi dan peternak, saling mengisi satu sama lain serta sejalan. Di sini fungsi pemerintah hanya melakukan pengawasan terhadap usaha yang dijalankan masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan pemasaran hasil komoditas barang pasar, pemko akan membuat sistem pengendalian. Jadi barang yang akan dipasarkan masuk ke dalam sistem itu seperti pasar lelang, sehingga tidak ada oknum yang bisa bermain harga pasar.

”Ke depan setiap komoditas barang pasar terlebih dulu akan masuk dalam sistem pengendalian,” ujar Lis.

Rianto selaku Ketua Kelompok Usaha Peternakan Sapi Suka Maju, mengaku senang dengan kunjungan wali kota ke peternakan dan pertanian yang dikelola kelompok usahanya.

Selama ini, dinas terkait selalu memantau perkembangan usaha ini, jika ada kendala atau permasalahan, pihak dinas akan menanggapinya dengan cepat.

”Kami bersyukur selalu diperhatikan. Mengenai wacana wali kota untuk mengembangkan pertanian cabai, kelompoknya siap berkontribusi mengembangkannya,” ungkapnya.

Selain meninjau peternakan sapi, Lis bersama rombongan menuju lereng bukit tak jauh dari kandang sapi untuk meninjau pertanian cabe dan lele. Meski panas, Lis tak gontai melangkah menuju lokasi penanaman cabe dan peternakan lele. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here