Wako Sembelih Hewan Kurban Sendiri

0
542
HEWAN KURBAN:H Lis Darmansyah menyembelih hewan kurban sendiri di belakang kantor PDIP di Batu 7 Tanjungpinang, Minggu (3/9). F-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, juga politisi PDIP menyembelih hewan kurban sendiri di Kantor Sekretariat DPD PDIP Provinsi Kepri beralamat Jalan DI Panjaitan, Km 7 Tanjungpinang, Minggu (3/9). Ada 11 ekor hewan kurban yang disembelih. Di antaranya, sembilan ekor sapi dan ditambah dua ekor kambing. Lis kembali memberanikan diri untuk menyembelih hewan kurban sendiri di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Sudah bertahun-tahun, ia tidak berani sembelih hewan kurban sendiri. Karena, ia masih trauma saat melihat darah. Karena, delapan tahun lalu, ia melihat langsung kejadian yang tidak diinginkan di depan matanya. Saat itu, ia melihat kakak kandungnya mengalami pendarahaan luar biasa. ”Jadi, saya trauma saat kejadian itu. Tapi, Alhamdulillah, Hari Raya Idul Adha ini, saya baru memberanikan diri untuk kembali menyembelih hewan kurban. Lama kita untuk menghilangkan rasa trauma itu,” kata Lis di sela selesai menyembelih lembuh atau sapi dan kambing.

Lis juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDID Provinsi Kepri ini mengatakan, penyembelihan hewan kurban yang dilakukan keluarga besar PDIP merupakan agenda rutin dilakukan setiap tahun di Hari Raya Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban ini sudah sejak tahun 2003 lalu hingga sekarang tahun 2017 ini. Ini semua bentuk partisipasi dari kader, fraksi hingga simpatisan PDIP. ”Kita bikin arisan kurban. Memang tahun 2017 ini, jumlah hewan kurban menurun dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu (2016, red) kita bisa berkurban 20-an ekor hewan kurban. Tahun ini kita hanya mampu 11 ekor hewan kurban, Alhamdulillah.” kata Lis.

Kata Lis, yang paling penting adalah, jangan dilihat acara seremonial saja. Seperti penyembelihan hewan kurban yang dilakukan keluarga besar PDIP. Bahwa partai politik (parpol) bukan hanya melakukan aktifitas politik saja, tetapi paling tidak kader partai politik juga bisa melakukan fitrah. Dan, juga mengedepankan kepentingan masyarakat di sekitarnya. Karena orang di dalam partai politik, adalah orang yang beragama. ”Yang perlu itu meninggalkan sifat hewani kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Tanjungpinang, Dharma Setiawan mengatakan, baru tahun ini, DPD PAN Kota Tanjungpinang menyembelih hewan kurban. Hewan kurban yang disembelih sebanyak tiga ekor terdiri dari dua ekor kambing dan satu ekor sapi. Tiga ekor hewan kurban merupakan bentuk partisipasi maupun sumbangan dari pengurus DPD PAN Kota Tanjungpinang di Hari Raya Idul Adha tahun 2017. ”Dagingnya kita bagikan ke warga yang tinggal di dekat Rumah DPD PAN Kota Tanjungpinang. Kita bagikan sekitar 107 warga. Karena kemarin kita sudah bagi kupon ke Pak RT maupun RW untuk dibagikan ke warganya. Alhamdulillah sudah dibagikan ke warganya,” ucap dia.

Selain itu, ia pribadi juga sudah menyumbangkan tujuh ekor hewan kurban sapi ke beberapa masjid dan surau di Tanjungpinang. ”Alhamdulillah ada rezeki, kita berikan dan bagikan ke masyarakat yang membutuhkan,” terang dia. Harapannya, ke depan ia bersama keluarga besar DPD PAN Kota Tanjungpinang untuk kembali berkurban, dan berbagi kepada masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya umat muslim. ”Ini sudah suatu kewajiban kita untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” sebut dia.

Pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka menanggapi kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan partai politik di Hari Raya Idul Adha tahun 2017. Ia mengatakan, penyembelihan hewan kurban merupakan tradisi umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha di setiap setahun sekali. Di momen seperti, pasti dimanfaatkan dan dilakukan para partai politik, baik itu yang ingin maju sebagai kandidat pilwako maupun calon legeslatif (Caleg) mendatang.

Sehingga mereka bisa mengambil hati masyarakat tersebut. Menurutnya, penyembelihan hewan kurban sangat cocok untuk melibatkan masyarakat. Karena kegiatan seperti ini yang bekenaan atau bersentuh langsung ke masyarakat. Semua ini tergantung penilai dari masyarakat tersebut terhadap kegiatan yang dilakukan partai politik maupun calon kandidat Pilwako Tanjungpinang. ”Kalau saya bilang, kegiatan penyembelihan hewan kurban ini, lumrah,” kata Endri.

Hanya saja, dia berpesan dan berharap, para partai politik hingga kandidat Pilwako Tanjungpinang calon legeslatif (Caleg) untuk tidak semata-mata kepentingan sesaat, tetapi makna, kaidah serta kandungan Idul Adha dari penyembelihan hewan kurban untuk tidak tersampaikan dari niatnya. ”Ini yang kita harapkan,” harap dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here