Wako Terima Piala Kota Layak Anak

0
569
PENGHARGAAN: Lis dan Ahmad Yani. F-Ist/humas pemko Tanjungpinang

PEKANBARU – Alhamdulillah, Pemerintah Kota Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah dan wakilnya, H Syahrul kembali menerima penghargaan. Kali ini prestasinya sebagai Kota Layak Anak tingkat Pratama. Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yanbise kepada Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah di Sweesbel Hotel, Pekanbaru, Sabtu (22/7).

Yohana mengatakan, kabupaten/kota penerima penghargaan kota layak anak patut berbangga. Karena harus menempuh seleksi yang sangat ketat dari tim evaluasi. Tim evaluasi bukan hanya saja melibatkan satu kementerian teknis saja, tetapi, melibatkan banyak lembaga yang berkaitan dengan anak. Seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Bappenas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia serta pakar anak.

Diungkapkan Yohana, ada tingkatan kota layak anak. Yakni, kota layak anak tingkat pratama, madya, utama dan kota layak anak. Namun, hingga saat ini belum ada satupun kota di Indonesia yang mendapat predikat kota layak anak. Untuk mencapai hal tersebut, perlu komitmen yang kuat dari pemerintah daerah. Kemudian, kerjasama semua pihak, media, masyarakat, kelembagaan, pihak eksekutif dan legislatif.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, merasa bahagia atas penghargaan yang diterima Pemko Tanjungpinang. Karena untuk pertama kalinya Kota Tanjungpinang mendapat penghargaan tersebut, sejak Tanjungpinang berdiri. ”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tanjungpinang, OPD Pemko Tanjungpinang, serta seluruh elemen yang ada yang telah mendukung dan terjalin kerjasama yang baik sehingga prestasi tersebut dapat diraih,” kata H Lis Darmansyah.

Kata Lis, ada 24 kriteria penilaian yang dibagi menjadi 5 penilaian, yaitu anak berhak mendapatkan akta kelahiran, pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik dan tidak diskriminatif. Kemudian, mendapatkan kesejahteraan anak, tersedianya sarana dan prasarana anak berkebutuhan khusus, serta penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Meskipun Tanjungpinang mendapat penghargaan kota layak anak, kata Lis, namun bukan berarti permasalahan anak tidak ada. Pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya meminimalisir permasalahan anak. Serta berkomitmen menciptakan kota layak anak. Sehingga, Kota Tanjungpinang layak untuk tempat tinggal anak, dan anak juga dapat mengembangkan kreativitasnya. Dengan kondisi yang ada Tanjungpinang terpilih menjadi Kota Layak Anak tingkat Pratama bersama 126 kabupaten/kota Se-Indonesia, sambung Lis, fasilitas umum, sarana prasana yang mendukung yang ramah anak seperti puskesmas, sekolah yang ramah terhadap lingkungan anak terus ditingkatkan.
Kemudian, taman bermain, anggaran yang tersedia untuk kegiatan yang berkaitan dengan anak, dan regulasi menjadi bagian penilaian yang terdapat pada 24 kriteria penilaian.

Dengan keterbatasan yang ada, kata Lis kedepannya Tanjungpinang harus memperbaiki sarana dan sarana untuk fasilitas anak. ”Anggaran dari APBD untuk permainan anak cukup besar, namun karena saat ini masih terjadi defisit anggaran, maka disesuaikan dengan kebutuhan yang menjadi skala prioritas,” kata Lis.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, menambahkan, seluruh elemen sudah setop kekerasan anak termasuk pencabulan anak. ”Tanjungpinang Kota Layak Anak, mulai sekarang tak boleh ada kekerasan anak, termasuk kekerasan yang dilakukan oleh ketua orang tua,” kata Ahmad Yani singkat.

Ia minta, semua elemen masyarakat, agar bisa menjaga di lingkungan masing-masing, bisa jangan sampai ada kejadian kekerasan anak. Kekerasan anak, bisa saja terjadi di rumah tangga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Puncak peringatan hari anak nasional diperingati Minggu (23/7) di gedung daerah Pekanbaru. Hari anak nasional ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo beserta istri, ibu wakil Presiden, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak serta Mensesneg.

Pada kesempatan tersebut Yohana menjelaskan, bahwa Pekanbaru memiliki angka kekerasan terhadap anak cukup tinggi. Begitu juga trafficking anak.
Selain di Pekanbaru Provinsi Riau juga di Kota Batam, Tanjungpinang dan daerah lain Provinsi Kepulauan Riau. ”Hal ini sangat memprihatinkan” ujar Yohana.” Jangan ada lagi bullying, depresi, trafficking anak, kekerasan kepada anak. Hukum seberat-beratnya bagi pelaku kekerasan seksual kepada anak. Hal tersebut sudah disetujui Presiden dan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, dimana dalam undang-undang tersebut ada sanksi bagi pelaku kekerasan seksual kepada anak berupa hukuman kebiri, hukum seumur hidup, dan bisa ditembak mati.

Anak Indonesia dilindungi negara. Jokowi pada kesempatan tersebut menghibur anak dengan permainan sulapnya mebuat anak-anak tampak riang gembira. Ia juga mengimbau kepada seluruh anak Indonesia tidak boleh membuli, mengejek, mencemooh, mencela teman, dan harus saling bantu-membantu. Anak-anak boleh bercita-cita setinggi-tingginya tetapi harus diikuti dengan belajar keras agar cita-cita dapat tercapai. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here