Wako Terpilih Diminta Perluas Wilayah Ibu Kota

0
804
SALAM KOMANDO: Yudhi Iskandar (kanan) sama komando dengan Kapolda Kepri di dalah satu event IOF Kepri belum lama ini. F-istimewa

Sejumlah masyarakat berharap banyak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang terpilih pada pilkada mendatang dapat menciptakan perubahan dan menuntaskan persoalan yang ada di Ibukota Provinsi Kepri ini.

TANJUNGPINANG – Termasuk perluasan wilayah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Off Road Federation (IOF) Kepri Yudhi Iskandar meminta kepada Wako dan Wawako terpilih di Pilkada Tanjungpinang 2018, harus bisa memperluas wilayahnya hingga ke Kabupaten Bintan. Ia menyarankan untuk tahap awal baiknya penambahan luas Kota Tanjungpinang yang juga merupakan ibu kota Kepri sampai Batu 20 arah ke Kijang dan arah Tanjunguban, Bintan.

”Kalau saya menganggap Wako dan Wawako hasil pilkada mendatang berhasil membangun Tanjungpinang kalau pemerintah berhasilmemperluas wilayah Tanjungpinang,” kata Yudhi Iskandar, kemarin.

Menurutnya, permasalahan perluasan wilayah Tanjungpinang nanti bisa dibantu oleh Pemprov Kepri. Kaya Yudhi sudah banyak daerah lain di Indonesia yang melakukan hal tersebut. Setelah menjadi ibukota, maka daerah itu diperluas seperti daerah Pekanbaru, Dumai, DKI Jakarta, Depok, Bogor, dan Medan.

Baca Juga :  Jumaga, Dewi dan Raden Pimpinan Tetap DPRD

Pulau Bintan memiliki luas 1.100 km2 (110.000 ha), terdapat tiga pemerintahan, yaitu Pemerintahan Provinsi Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.

Luas wilayah pemerintahan Kota Tanjungpinang adalah 139,5 km2, sedangkan luas Pemkab Bintan 59.852,01 km2. Kata dia, perluasan luas wilayah Tanjungpinang tidak rumik. Sudah ada aturannya.

Di zaman Wali Kota Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan, perluasan wilayah Tanjungpinang sudah disampaikan kepada pemerintah provinsi Kepri saat itu. ”Pulau Bintan sangat luas kalau bisa dibagi dua saja luas daerahnya dengan Kabupaten Bintan. Pemprov Kepri nanti jadi penengah,” kata Yudhi.

Menurut dia, tujuan di perluas wilayah Ibu Kota oleh Wako terpilih mendatang, supaya Tanjungpinang berkembang. Supaya Tanjungpinang bisa membangun dan menata ibu kota dengan baik.

Baca Juga :  KPU Minta Bacaleg Partai Berkarya Digagalkan

Kemudian, Pemkab Bintan harus merelakan lahannya jadi bagian dari perluasan Tanjungpinang. Alumni SMAN 1 Tanjungpinang membeberkan, saat ini luas Tanjungpinang hanya 16 Kilometer persegi, sangat sempit sebagai daerah ibu kota, mau tak mau Pemkab Bintan harus merelakan perluasan ibu kota. Ia melihat ada dua tempat pembangunan baru di Tanjungpinang, yakni Senggarang baru dan Dompak. Karena Senggarang lama sudah padat, Senggarang baru saat ini dijadikan pusat pemerintahan kota Tanjungpinang.

Sedangkan di Dompak, Pemko juga harus terlibat dalam pembangunan, karena Dompak masih dalam wilayah kota Tanjungpinang walaupun dalam perjalanan Dompak menjadi pusat Pemerintah Provinsi Kepri.

Ia juga menyarankan karena Pulau Dompak yang wilayahnya sangat kecil, kalau ada pembangunan perumahan, pemerintah harus tegas. Seperti perumahan dibangun bertingkat atau bersusun dengan alasan keterbatasan lahan.

Baca Juga :  Ade Angga Pimpin SOKSI Kepri

Ia juga menyarankan sebagai daerah pantai, beberapa titik di Tanjungpinang harus dijadikan tempat strategis dan strategis pariwisata. Misalnya Pulau Penyengat di kembangkan sebagai wisata dan kebudayaan. Senggarang dan Dompak dijadikan pusat pemerintahan dan pusat bisnis baru.

”Tanjungpinang semakin cantik dan indah bila sudah ada jembatan penghubung Pelantar Dua ke Kampung Bugis mendatang,” paparnya. Ia juga mengajak kepada anak muda di Tanjungpinang agar tidak golput di Pilkada Tanjungpinang mendatang.

”Sebagai anak pinang kami ingin Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri lebih berkembang bersamaan dengan daerah lainnya di Kepri,” bebernya. Kata dia, siapapun yang menjadi pemenang di pilkada mendatang, perluasan wilayah harus menjadi proritas Pemko Tanjungpinang. (ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here