Wako-Wawako Batam di Antara Aspirasi Warga

0
415
WAKO Batam, HM Rudi menjelaskan tentang Program PIK kepada masyarakat di Kelurahan Teluk Tering Kecamatan Batam Kota, kemarin.f-martua/tanjungpinang pos

Selesaikan Pembangunan Hinterland dan Mainland

BATAM – Progres pembangunan di Batam terus mengalami peningkatan. Dalam perkembangannya, banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan dan direspon Wali Kota, HM Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Aspirasi ini yang coba diakomodir pasangan pemimpin di Batam ini melalui musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan untuk dilakukan perubahan RPJMD Kota Batam.

Tak hanya di pulau utama, pembangunan juga dirasakan masyarakat di Pulau Penyangga (hinterland). Seperti jalan lingkungan yang dibangun Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Perakimtan). Tak sekedar semenisasi, tapi juga dihias seperti pedesterian.

Menuju perubahan RPJMD, HM Rudi dan Amsakar Achmad bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekitar satu bulan berkeliling di 64 kelurahan di Batam.

Tidak hanya menampung aspirasi atau usulan pembangunan dari masyarakat, namun juga menyampaikan kebijakan yang diambil dan akan diambil di masa mendatang.

Tidak ketinggalan, Pemko Batam memberikan perhatian khusus untuk Kampung Tua. Kampung tua ditata dengan dimulai di Tanjungriau, Kecamatan Sekupang.

Tahun ini akan dikucurkan dana Rp35 miliar melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian PUPR. Selanjutnya akan dilakukan penataan di Tanjunguma.

Baca Juga :  Menteri Susi Bantu Nelayan Kepri

”Kampung tua kita buat jadi cantik secantik tuan putri, kita tata jadi rapi, kita jadikan tempat kunjungan wisata,” kata Rudi.

Rudi mengatakan tahun ini semakin banyak dana yang dikucurkan untuk pembangunan di tingkat kelurahan. Selain dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) juga ada dana alokasi umum tambahan atau dana kelurahan dari pemerintah pusat.

Khusus PIK, akan diprioritaskan untuk mulai dikerjakan di awal tahun. Mulai dari sekarang lurah, camat, RT, RW, dan LPM sudah bisa bekerja untuk persiapan PIK ini.

Sehingga pelaksanaannya bisa selesai sebelum akhir tahun. Dengan dana PIK dan DAU, Rudi meminta agar lurah mengajak tokoh, RT, RW untuk mendesain pembangunan. Jika dulu yang penting selesai, sekarang diminta didesain betul-betul.

Rudi memerintahkan camat dan lurah untuk mendata panjang jalan lingkungan yang belum diperbaiki. Data ini akan digunakan untuk perencanaan pembangunan dua tahun ke depan.

”Data berapa kilo lagi jalan lingkungan yang belum selesai. Dicetak (dibagi) dua saja untuk 2020 dan 2021. Jadi sesuai RPJMD, 2021 seluruh jalan sudah bagus,” kata Rudi.

Baca Juga :  IMI Korwil Tanjungpinang Dilantik

Di awal Musrenbang yang berlangsung di Sei Panas, Belian, dan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Rudi mengungkapkan peningkatan dana untuk kelurahan.

Selain peningkatan dana PIK itu, juga ada dana alokasi umum (DAU) tambahan atau dana kelurahan dari pemerintah pusat.

Rudi mengungkapkan, sesuai RPJMD, jalan lingkungan pada 2021 harus selesai. Karena itu, pihaknya terus meningkatkan anggarkan PIK. Dimana, tahun 2019, dana PIK Rp1,3 miliar tiap kelurahan. Sementara dari pemerintah pusat, dana kelurahan dikucurkan tiap kelurahan di Batam sekitar Rp350 juta.

Dana kelurahan itu digunakan untuk membuat jalan dan drainase. Peningkatan anggaran itu yang diminta dibahas dalam musrenbang untuk dijalankan mulai tahun depan. Hal yang sama juga disampaikan Rudi dan Amsakar, dalam Musrenbang di kelurahan-kelurahan lainnya di Batam.

Sementara Amsakar Achmad mengatakan, perencanaan pembangunan saat ini dimulai dari tingkat bawah dan dikoordinasi di tingkat di kota. Diakuinya tidak semua apa yang diusulkan bisa diakomodir.

Tapi pembangunan infrastruktur yang dilakukan menurutnya sudah dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat Batam. Dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Tinjau Pengamanan Gerak Jalan, Kapolres Ucok Jalan Kaki Sepanjang 17 KM

Pembenahan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi. Kalau mau Bandar Dunia Madani, harus sama infrastruktur kita dengan Singapura. Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), tahun ini di Batam ada 24 titik pelebaran jalan.

Di antaranya dari Simpang Jam-Simpang Rosedale sepanjang 1.500 meter, Simpang BNI-Bundaran Tuah Madani 1.500 meter, Simpang The Hill Hotel-Planet Holiday Hotel 800 meter.

Kemudian jalur Underpass-Pelita-Irinco sepanjang 1.450 meter, Nan Tongga-Planet Holiday-Hotel Allium 800 meter, Simpang Polsek Lubukbaja-Baloi Centre 1.500 meter, Simpang KDA-Dotamana 2.150 m, Simpang Kuda-Bengkong Seken 2.700 meter.

Amsakar juga mengingatkan perintah Wali Kota kepada camat dan lurah, untuk menginventaris jalan lingkungan yang belum diperbaiki. Data ini akan digunakan untuk perencanaan program Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PMPIK) 2020 dan 2021. Dalam perjalanan Musrenbang yang digelar, sejumlah usulan yang muncul. (mbb/adv)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here