Waktu Bekerja Petugas Kebersihan Diatur

0
119
Wakil Walikota Tanjungpinag, Hj Rahma

TANJUNGPINANG – Kebersihan lingkungan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma. Namun, belum banyak perubahannya.

Merealisasikannya, Hj Rahma sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan bidang terkait, termasuk meninjau langsung ke lapangan.

Ia berharap kondisi lingkungan Kota Tanjungpinang bisa rapi, indah dan memiliki estetika yang enak dipandang masyarakat maupun pengunjung.

Hj Rahma menuturkan, sejak menjabat menjadi kepada daerah bersama H Syahrul, ia belum melihat perubahan signifikan terkait kebersihan dan keindahan taman median jalan. Ini menjadi salah satu fokus yang akan terus dibahas.

”Terkesan sederhana namun penting untuk diselesaikan. Saya berharap setiap orang yang datang ke Tanjungpinang bisa berkesan melihat taman median jalan,” tuturnya.

Ia pun mencoba mencari pola atau sistem kerja petugas kebersihan, pertamanan maupun tim pengawas dari OPD terkait yaitu Dinas Perkim Kota Tanjungpinang.

Dituturkannya, peran OPD terkait itu penting. Mulai dari menegaskan, memberikan arahan serta ide-ide kepada petugas lapangan.

Sesuai kesepakatan yang dibangun sebelumnya, bahwa petugas kebersihan akan turun ke lokasi kerja usai salat subuh, sekitar pukul 04.30 pagi.

”Sebagian petugas mulai bekerja usai Salat Subuh, sebagian lagi datang memasuki pukul 06.00 pagi. Padahal pukul 07.00 pagi sudah tidak di lapangan lagi, karena sudah banyak pengedara yang lalu lalang. Jadi waktu bekerja perlu dipastikan agar maskimal,” ucapnya.

Ia meminta, pengawas memiliki peran dengan memberikan bimbingan agar petugas kebersihan maupun taman bisa mengikuti aturan tersebut.

Selain itu, ia berpesan agak jarak tempuh antara rumah dan lokasi bertugas tidak jauh. Ini juga sebagai upaya efektivitas dan tidak merepotkan pekerja.

”Jangan ada yang rumahnya di kawasan Kota Lama, bekerjanya di Batu 9. Ini kasihan, jadi harus disesuaikan agar efektif,” tuturnya.

Ditambahkannya, waktu bekerja petugas kebersihan masih sama, dua kali dalam sehari. Dilanjutkan sore hari setelah Salat Asar atau sekitar pukul 15.30 WIB. Sehingga sebelum magrib sudah bisa pulang ke rumah.

Begitu juga dengan petugas lori keliling pengambil sampah, waktu kerjanya masih tiga kelompok. Yaitu pagi hari di mulai setelah salat subuh sampai pukul 09.00 pagi.

Rombongan pertama terdiri dari delapan lori. Setelah itu, kelompok ke dua dengan tiga lori bertugas dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 13.00 WIB. Kemudian disusul kelompok ketiga mulai pukul 13.00 sampai dengan selesai.

”Kini tersedia 18 lori. Biasanya setiap lori selain sopir juga petugas pengangkut sampah ke bak lori,” tuturnya.

Ia berharap melalui penyusunan jadwal yang pasti membuat hasil kerja lebih maksimal dari sebelumnya. Terkait petugas taman, ia menuturkan tidak ada lagi kategori kerja. Setiap petugas harus menangani suatu lokasi tertentu. Tidak boleh menangani banyak lokasi. Ini dinilai lebih tepat agar fokus pada lokasi tersebut.

”Sistem sebelumnya berbeda antara yang bersihkan dan yang rawat bunga taman. Selain itu, petugas taman ini bisa menangani beberapa lokasi. Ini tidak akan maksimal, lebih baik fokus disuatu tempat dengan tanggung jawab kerja yang menyeluruh,” tuturnya.

Hj Rahma mengakui menerima banyak masukan terkait kebersihan lingkungan, terkhusus taman median jalan. Menurutnya, langkah perbaikan dan komunikasi perlu dilakukan. Terkait realisasi penanaman bunga bugenvil akan segera, hal ini sudah disampaikan kepada bidang terkait. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here