Wali Murid Larang Anaknya Diimunisasi

0
706
Meninjau: H Lis Darmansyah disela-sela imunisasi siswa SD, kemarin.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ratusan peserta didik kelas I, I dan IV Sekolah Dasar (SD) di Kota Tanjungpinang diberikan imunisasi vaksin DT, TT dan Campak. Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Kota Tanjungpinang, digelar Dinas Kesehatan Tanjungpinang, yang dipusatkan di Sekolah Dasar (SD) As-Sakinah Tanjungpinang, Bintancentre (Bincen), Sabtu (9/9).

Pantauan di lokasi, para peserta didik saat dilakukan imunisasi, didampingi orang tuanya. Perserta didik terlihat mengantre untuk mendapatkan suntikan vaksin imunisasi satu persatu oleh dokter pada bagian lengannya. Beberapa di antaranya, ada peserta didik yang terlihat takut disuntik.

Namun, ada juga sebagian peserta didik saling menghiburkan kawannya yang takut di suntik. ”Ngak sakit kok,” kata seorang peserta didik tersebut, setelah usai disuntik kepada temannya yang masih menunggu giliran.

Baca Juga :  SWRO Dianggarkan di APBD-P

Terlihat Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah hadir dalam kegiatan tersebut. Lis juga tampak memberikan semangat kepada peserta didik, agar tidak takut saat diberikan suntikan imunisasi. Para peserta didik yang sudah divaksin kemudian diberikan jajanan oleh tim kesehatan. Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah menjelaskan, imunisasi merupakan satu hal penting dalam menjaga kesehatan.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir anaknya diimunisasi. Karena beberapa waktu lalu, dia sempat mendengar kalau ada orang tua yang melarang anaknya untuk disuntik. ”Saya berharap dengan BIAS, timbul kesadaran dari orang untuk bersama-sama berpartisipasi. Sehingga kita memiliki generasi tangguh, cerdas, beriman dan bertakwa,” kata Lis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang BIAS bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.

Baca Juga :  Sambil Buka Puasa Bersama, Cipayung Plus dan Ormas Deklarasikan Tolak People Power

Hal tersebut penting dilakukan karena saat anak masuk sekolah kekebalan menurun. Sedangkan resiko penyakit semakin tinggi. ”Sekarang baru tiga vaksin. Tahun depan mudah-mudahan bisa ditambah vaksinasi rubela,” katanya.

Menurut Rustam sejak Agustus imunisasi sudah digelar. Namun dari 12 ribu anak kelas 1,2 dan 5 SD, ada sekitar 300-an siswa dari berbagai sekolah yang tidak mengikutinya karena berbagai alasan dari orang tua. “Jadi sebelum imunisasi kita berikan pemahaman kepada orang tua. Sehingga sama-sama berpartisipasi,” kata Rustam.

Sebelum mengikuti imunisasi para anak dan orang tua diberikan materi dari MUI terkait Fatwa Nomor 4 tahun 2016 tentang Imunisasi. Kemudian juga materi dari pakar kesehatan terkait pentingnya imunisasi.

Baca Juga :  Warna Kota Lama Harus Cerah

Imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin, virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dibunuh, atau bagian-bagian dari bakteri (virus) tersebut telah dimodifikasi.

Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan atau diminum. Setelah vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi membentuk antibodi. Reaksi ini, sama seperti jika tubuh kemasukan virus atau bakteri yang sesungguhnya. Antibodi selanjutnya akan membentuk imunitas terhadap jenis virus atau bakteri tersebut. Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit-penyakit menular yang bahkan bisa membahayakan jiwa. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here