Walikota Berharap Banyak yang Berkurban

0
31
HM Rudi, Walikota Batam melaksanakan salat Ied di Lapangan Engku Putri, Batam, Rabu (22/8/2018). f-humas pemko batam

Ribuan Warga Batam Salat Ied di Engku Putri

Ribuan warga Batam mengikuti salat Idul Adha di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (22/8). Wali Kota Batam, HM Rudi selesai salat menyerahkan hewan kurban berupa sapi di Masjid Raya Batam Centre. Sapi itu menjadi tambahan hewan kurban yang sudah ada sekitar 2.948 ekor.

BATAM – Rudi mengatakan, laporan yang diterimanya sehari sebelumnya, hingga pukul 16.00 WIB, jumlah sapi kurban ada 970 ekor. Sementara kambing sekitar 1.978 ekor. ”Itu laporan Kakandepag sampai jam 4 sore. Mungkin masih akan nambah. Termasuk dari saya nanti,” kata Rudi.

Rudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkurban dan yang ikut salat bersama. ”Intinya mari kita berkurban. Nabi saja berkurban. Semoga semakin banyak yang mau berkurban sebagai tanda melaksanakan perintah Allah,” harap Rudi.

Kurban identik dengan jiwa atau rasa pengorbanan yang harus dimiliki insan manusia. Dalam konteks pembangunan, berkurban menjadi hal penting untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. ”Kalau mengubah kota kita berkurban,” sambung dia.

Diingatkan Rudi, masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, harus bersedia berkurban untuk membantu warga yang kurang mampu. Demikian dalam mendukung pembangunan, maka mereka perlu mendukung pemerintah. Seperti dukungan untuk pembangunan jalan di Batam yang diakui Rudi banyak pengorbanan warga.

”Yang punya kemampuan lebih harus mengalah kepada yang lebih membutuhkan. Kalau tidak ada pengorbanan tidak selesai. Saya bersyukur ini bisa selesai tanpa ada masalah. Artinya kesadaran berkorban semakin tinggi,” harap dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Batam, Mardanis mengatakan, jumlah hewan kurban di Batam jauh berkurang, dibanding tahun 2017 lalu. Di mana, tahun lalu jumlah hewan kurban ada 4.680 ekor. Sedangkan tahun ini 2.948 ekor yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Batam.

”Jauh berkurang dibanding perkiraan kita. Kita siapkan banyak dan berlebih stok hewan untuk kurban,” kata Mardanis.

Hewan kurban yang tersedia diakui, sudah melalui rangkaian pengujian, untuk layak dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan mulai dari hewan tersebut sampai di Batam, di tempat karantina sementara, hingga daging kurban dipotong.

”Pemeriksaan tidak hanya pada kondisi hewan masih hidup, tapi juga setelah dipotong, akan diperiksa oleh dokter hewan dengan petugas DKP,” imbuhnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here