Walikota Minta Pertamina Transparan

0
581
LANGKA: Gas ukuran 3 kg mulai langka. F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Terbatasnya jumlah gas subsidi ukuran 3 kilogram (kg) dalam tiga hari terakhir ini membuat Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah meradang. Lis Darmansyah meminta Pertamina lebih transparan dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik. ”Pertamina harus menjelaskan kepada masyarakat, kenapa gas langka di Tanjungpinang beberapa hari terakhir ini,” kata Lis, kemarin.

Menurutnya, sejak Jumat (1/9) dan Sabtu (2/9), masyarakat kesulitan mendapatkan gas 3 kg. Hal ini, disebabkan gas tersebut di agen yang disebarkan pada sub agen resmi maupun tidak resmi stoknya dikurangi oleh Pertamina dari jumlah biasanya. Selain itu hal ini juga terkait dengan isu akan beralihnya pemakaian gas 3kg ke Bright Gas 5,5 kg. ”Sekarang ini belum saatnya kita melakukan peralihan dari 3kg ke 5,5 kg melihat kondisi ekonomi masyarakat seperti ini, “ tuturnya. Kata Lis, perlihan gas LPG sebaiknya dilakukan secara bertahap bukan secara spontan.

Disamping itu, juga jangan sampai kita membuat kebijakan yang menyulitkan masyarakat. ”Iya, juga mendapat laporan suntikan gas 3 kg ke 12 kg oleh oknum-oknum tertenru saya harapkan pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti karena adanya pelanggaran. Dan Lis berharap agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

”Dengan adanya isu peralihan tersebut orang berbondong bondong membeli gas namun mulai dari Selasa (5/9) sudah dilakukan operasi pasar dan kondisinya sudah normal kembali seperti biasa,” tegasnya.

Lis juga, sudah meminta Dinas Perdagangan, Eekonomi dan kepolisian untuk melakukan sidak baik ke agen resmi maupun tidak resmi termasuk juga gas gas subsidi yang disuntik ke gas non subsidi. Selain itu juga, ia juga sudah meminta kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk melaukuan langkah-langkah kongkrit terkait gas 3 kg ini, Dan, juga hal-hal yang lain yang berimbas kepada ekonomi karena akan berpengaruh kepada inflasi daerah kita. ”Saya berharap gas 3 kg benar benar dimanfaatkan untuk masyarakat ekonomi ke bawah. Sedangkanmasyarakat ekonomi ke atas hendaklah memakai Bright Gas 5,5 kg,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi DR. H. Muhamad Amin, Se, Mm Mengatakan bahwa saat ini Tanjungpinang belum terjadi kelangkaan gas elpiji, bisa dikatakan langka apabila di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang gas tersebut tidak beredar lagi.

Tetapi, kondisi yang terjadi dari 4 kecamatan dengan 3 agen besar sebagian kekurangan tapi sebagian tempat lagi masih tersedia pasokan gas-nya. ”Sesuai arahan bapak walikota, kami dari tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tanjungpinang sudah mengambil langkah-langkah konkrit antara lain,” tegasnya. Diantaranya, menyurati Pertamina untuk bisa menjamin suplai gas elpiji di agen dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang.

Selain itu,ia juga meminta agar Pertamina mengatur manajemen distribusi baik agar stok terus terjaga mengingat pendistribusian tidak dilakukan pada hari libur. Diharapkan juga pihak Pertamina melakukan komfirmasi dan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang jika terdapat perubahan kebijakan yang berdampak pada pendistribusian LPG . Amin juga menambahkan pertamina juga perlu melakukan antisipasi pengoplosan dari 3 kg ke 5,5 kg atau 12 kg. ”Pemko Tanjungpinang dan Pertamina sama-sama melakukan pengawasan untuk mengantisipasi pengoplosan, “ tutur Amin.

Kata dia, Pertamina juga melakukan penambahan 50 persen pada 3 agen, dari stok biasa dan dilakukan operasi pasar. Operasi pasar sejak selasa dan hingga rabu masih berlangsung pada dua titik yakni SPBU Km 3 mulai pukul 09.00 oleh agen PT. Bumi kharisma sebanyak 2 LO, PT. Mulia Bintan Sejahtera SPBU Km. 7 sebanyak 1 LO juga dimulai pukul 09.00 1 LO ukurannya sebanyak 500 tabung gas 3 kilog pada 1 truk. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here