Walimurid Labrak Kantor Dewan

0
97
Walimurid saat mendatangi kantor DPRD Kota Batam, kemarin. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Kantor wakil rakyat atau DPRD Kota Batam dilabrak para wali murid. Pasalnya, setiap tahun masalah daya tampung sekolah tidak kunjung selesai. Tiap tahun kondisi keterbatasan siswa di sekolah negeri semakin parah.

Hal ini membuat walimurid yang tinggal di Batuaji dan Tiban, Sekupang mendatangi gedung DPRD Batam. Mereka meinta anggota dewan mencari keluar kalan keluar karena anak mereka tidak diterima di sekolah negeri. Ada di antara mereka yang mengaku tinggal depan SMP 11, namun tidak diterima, walau yang diberlakukan saat ini sistem zonasi. Ada juga orang tua anak yang mengaku, anaknya sampai mengancam bunuh diri, jika tidak masuk di SMP 15.

Kehadiran para orang tua calon siswa itu diterima Komisi IV DPRD Batam, seperti Safari Ramadhan dan lainnya. Namun saat itu masih untuk menerima pengaduan orang tua dan dijadwalkan akan memanggil pihak Dinas Pendidikan lebih dulu. ?Puluhan orang tua yang datang yang datang itu, membawa serta anak-anaknya. ”Anak saya tidak bisa sekolah. Banyak alasan guru. Kurang tempat, kurang guru,” cetusnya.

Dia mempertanyakan kebijakan yang dinilai tidak berjalanan. Dimana, PPDB berjalan saat ini, dengan sistem zonasi dengan mengutamakan anak-anak dari lokasi wilayah sekolah. Dengan memperhatikan nilai dan lainnya. ”Katanya, bina lingkungan, tapi anak saya tidak masuk. Padahal saya tinggal pas depan sekolah,” cerita Wanyani, orang tua calon siswa yang tinggal di Genta 1, Batuaji.

Anaknya diakui memilih dua sekolah terdekat dengan rumah, sesuai sistem zonasi. Anaknya memilih mendaftar di SMPN 11 Batam dan SMPN 5. ”Tapi kenapa anak saya tidak bisa masuk? Saya sudah tanya sekolah, katanya tidak mencukupi ruangan. Yang diterima hanya 325 orang siswa,” bebernya.

Sementara orang tua calon siswa lain, bernama Nova, mengalami hal yang berbeda. Anaknya diakui diterima disekolah yang jauh dari rumahnya. Sementara mereka ingin anaknya sekolah dekat dengan rumah. ”Anak saya mau di sekolah dekat rumah. Tapi tidak diterima. Dia diterima jauh, di Batuaji,” cetusnya.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan para kepala sekolah. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here