Wanita Berpakaian Seksi Tak Boleh ke Penyengat

0
104
Calon penumpang menggunakan life jacket pada saat akan menyebrang ke Pulau Penyengat. F-Suhardi/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Bagi masyarakat dan turis yang akan mengunjungi tempat wisata Pulau Penyengat, ke depanya harus berhati-hati akan pakaian apa yang akan dikenakannya.

Pasalnya, Pemko Tanjungpinang akan membuat aturan baru berupa larangan turis dan masyarakat mengenakan celana atau rok di atas lutut dan kaus T-shirt termasuk kemeja tanpa lengan.

Jadi, pengunjung ingin berziarah ke makam pahlawan hingga berada di Masjid Pulau Penyengat, sudah tidak bisa sesuka hati. Sebab, Pemko Tanjungpinang sudah membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Pulau Penyengat Sebagai Warisan Budaya. Karena kawasan Pulau Penyengat sudah dijadikan cagar budaya nasional.

”Proses Ranperda itu sudah sampai ke dewan. Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah disahkan perda tersebut,” kata Kepala Bidang (Kabid) Adat Tradisi Nilai Budaya dan Kesenian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Safarudin kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (24/10).

Safarudin mengklaim, masyarakat Pulau Penyengat sangat mendukung dengan akan adanya Perda tersebut. Masyarakat merasa bangga mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya, tempat tinggal mereka telah dijadikan kawasan cagar budaya nasional. Dengan akan danya Perda, hanya menjaga norma serta adat istiadat yang menjadi warisan terdapat di Pulau Penyengat. Karena secara tidak langsung mengajarkan masyarakat maupun pengunjung saat berada di Pulau Penyengat mengenakan pakain yang sopan.

Misalnya, tidak lagi terlihat pengunjung datang hingga berziarah ke makam dan masuk ke dalam Masjid di Pulau Penyengat mengenakan baju tidak berlengan, celana pendek sampai dengan rok mini atau pakai baju kaus.

Sambung dia, apabila pengunjung ingin berziarah ke makam dan masuk ke dalam Masjid, masyarakat yang berada di tempat tersebut, akan meminjamkan sarung, baju rompi berlengan pendek untuk kalangan laki-laki. Sedangkan kalangan wanita akan dipinjamkan baju jubah terusan.

”Kita kasih pinjam gratis. Setelah berziarah dan ingin keluar dari masjid, baru kita minta pengunjung untuk melepaskan itu semua,” ucap dia.

Memang, kata dia, pihaknya sedang fokus di kawasan makam dan masjid. Tempat-tempat dianggap keramat dan suci perlu dengan yang bersih dan sopan.

Salah satunya mengenakan pakaian yang sopan saat berada di kawasan tersebut. ”Kita tunggu saja Perdanya. Mudah-mudahan secepatnya di sahkan,” harap dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here