Wantanas Tampung Persoalan Anambas

0
331
FOTO BERSMA: Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra berfoto dengan pejabat Wantanas RI di air terjun Temburun. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – PIHAK Ketahanan Nasional (Wantanas) RI ingin mempelajari permasalahan di Kabupaten Anambas, yang merupakan daerah terdepan dan terluar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Rombongan Wantanas, Irjen pol Cecep Agus yang menjabat Deputi Politik dan Strategi pada Wantanas.
”Kehadiran kami ke sini melakukan kajian daerah yang merunut pada Program Nawacita Presiden RI Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Dan akar permasalahan yang terjadi di Anambas ini, akan kami laporkan kepada Pak Joko Widodo,” ujar Irjenpol Cecep Agus, Selasa (5/9) di Aula Kantor Bupati.
Cecep menegaskan, sejumlah kebijakan Pemerintah Pusat (Kementerian) yang menjadi kendala pada daerah agar segera disampaikan.
”Apa kendala pada daerah terkait kebijakan Kementerian segera sampaikan. Dan temani kami untuk meninjau lokasi-lokasi, yang menjadi prioritas daerah ini, seperti ketersediaan air baku, potensi daerah dari sektor perikanan dan pariwisata,” tegas Cecep Agus.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Anambas Wan Zuhendra yang mendampingi rombongan Wantanas mengatakan, sejumlah persoalan dari kebijakan kementerian yakni ekspor ikan Napoleon yang wajib menggunakan kapal ikan Indonesia, kelistrikan, akses telekomunikasi.
”Kuota ekspor ikan Napoleon untuk Anambas sudah ditetapkan 10 ribu ekor per tahun, tetapi alat angkutnya yang sesuai persyaratan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum ada,” ujar Wan Zuhendra.
Selain itu, Dinas Energi Sumber Daya Minerla (ESDM) sudah tidak ada lagi pada Kabupaten. Sehingga untuk kelistrikan di pulau atau desa belum teraliri listrik.
”Kami selalu bermohon-pada Telkomsel dan Kemenkominfo terkait kemerdekaan sinyal dan 13 tower yang diusulkan memang sudah dilakukan survei dan belum terealisasi,” terangnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here