Warga Air Biru Butuh Akses Jalan

0
138
WARGA saat melintas Jembatan Selayang Pandang dengan sepeda motor dan terlihat jalan diberikan rambu tanda mobil dilarang melintas karena rawan ambruk. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Masyarakat yang berada di Desa Air Biru, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas sangat menanti realisasi pembangunan akses jalan dari Desa Mampok menuju Desa Air Biru. Sementara, pembukaan jalan sudah dilaksanakan sekitar 7 tahun silam.

ANAMBAS – Sejak 7 lalu hingga kini, tidak bisa dilintasi baik menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki.

”Sudah lama kami nanti jalan itu untuk dibangun kelanjutannya. Sekitar tahun 2011 lalu, Pemda sudah buka badan jalan, tetapi tidak bisa dilintasi juga. Soal lanjutan pembangunan belum ada hingga sekarang,” ujar Asuarman, selaku Ketua BPD yang baru dilantik, Minggu (26/8) kemarin.

Ia berharap kepada Pemda, agar dapat memperhatikan pembangunan akses jalan menuju ke desanya. Ia menambahkan, sejumlah masyarakat sudah berupaya mengikhlaskan tanaman dan tanahnya untuk dilakukan pembangunan ketika itu.

Menurutnya, jika memang tidak ada rencana pembangunan tentu masyarakat yang memiliki tanaman seperti cengkeh, kelapa dan karet masih bisa menikmati hasil panennya setiap tahun. ”Kami memohon, dan tolong perhatikan kampung kami yang jauh ini,” ucap dia.

Ia juga menyayangkan kepada anggota DPRD Dapil III, tidak bisa memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju Desa Air Biru. Sedangkan, panjang jalan itu sekitar 7 Km dan lebar sekitar 6 meter.

Anggota DPRD perwakilan Dapil III yakni Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur berjumlah 4 orang, 1 orang diantaranya menjabat unsur pimpinan.

”Besar harapan kami kepada 4 anggota DPRD Dapil III untuk memperjuangkan pembangunan akses jalan. Pemda atau Pemprov Kepri bahkan anggaran Pemerintah Pusat bisa menganggarkan anggaran pembangunan akses jalan tersebut ke depannya,” harap dia.

Diakuinya, saat ini masyarakat Desa Air Biru masih menggunakan transportasi laut untuk menuju Kecamatan Jemaja. Padahal, wilayahnya tidak terpisah pulau dan bisa ditempuh dari jalan darat.

”Kami masih mengarungi laut dengan menggunakan pompong kayu, untuk melakukan aktivitas ke Kecamatan Jemaja. Mungkin sudah nasib kami seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas juga tengah memperjuangkan perbaikan jembatan Selayang Pandang (SP) yang juga rusak berat.

Rencananya, membangun jembatan SP II pada tahun 2019 mendatang, menyusul kondisi jalan yang kini rusak berat dan semakin memprihatinkan.

Bahkan saat ini, jalan tersebut mesti di alas dengan menggunakan kayu sebagai penopang untuk dapat dilintasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Daerah (Balitbangpeda) Adies Saputra SIP MSi mengatakan, direncanakan pembangunannya dengan sistem sharing dana bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut dia, pada Sabtu 11 Agustus kemarin pihaknya sudah menyampaikan proposal pembangunan jembatan SP II dengan usulan 30 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten 70 persen APBD Provinsi atau sesuai perhitungan lainnya berdasarkan kesepakatan bersama. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here