Warga Air Raja Usul Tangani Banjir

0
460
PEGAWAI di Kantor Kelurahan Air Raja berada di Komplek Bincen Tanjungpinang melayani masyarakat yang datang. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Setiap hujan deras di wilayah kawasan Kelurahan Air Raja selalu terjadi banjir. Terkait hal ini, para ketua RT di Kelurahan Air Raja mengusulkan agar pemerintah bisa membuat program penanggulangan banjir.

Air raja perlu ada pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan penanggulangan banjir. Mulai dari normalisasi, meningkatkan volume drainase hingga membuat drainase baru.

Semua usulan itu merupakan usulan atau permintaan dari perangkat RT/RW se-Kelurahan Air Raja yang disampaikan pada Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, berlangsung di Kantor Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Jumat (12/1) kemarin. Ada juga pihak kelurahan menerima usulan lainnya, seperti penerangan lampu jalan, semenisasi hingga pengaspalan jalan di pemukiman rumah warga.

”Usulan itu yang akan kita sampaikan di Musrenbang tingkat Kecamatan nantinya hingga tingkat kota,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Air Raja, Mardaniyah Yusti kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (16/1).

Sampai saat ini, hanya tiga titik banjir yang tersisa di kelurahan Air Raja. Yakni ada di daerah Batu 14, Tunggu Tangan dan depan Wisma Pesona.

Volume air tergantung dari derasnya hujan. Meskipun diakuinya, normalisasi sudah dilakukan hingga menambah vokumenya drainase.

Misalnya, volume drainase tersebut hanya satu meter dengan kedalaman setengah meter. Kondisi tersebut tidak bisa menampung air hujan yang turun. Sehingga air meluap dan menjadi banjir di daerah tersebut.

Volume drainase tersebut ditambah lebar hingga dalam. Sehingga genangan air tidak begitu besar. ”Meskipun ada juga beberapa drainase yang menjadi tumpuan kiriman aor dari kawasan Kelurahan Batu 9,” ucap dia.

Dulu, lanjut dia, ada delapan titik banjir di Kelurahan Air Raja. Mulai dari di daerah Wisma Pesona, depan Perumahan taman Harapan Indah (THI), Jalan WR Supratman tepatnya di depan Perumahan Graha Indo Nusa Permai, depan Kampus Stikes, Hanaria, Tugu Tangan, Batu 14 hingga Jalan Isah.

Diantara delapan titik banjir, kata dia, hanya daerah Jalan Isah lebih parah. Kalau sudah hujan turun akan banjir, airnya bisa sampai ke pinggan hingga dagu orang dewasa. Karena air yang mengapung adalah kiriman dari dua keluarahan, yakni Kelurahan Pinang Kencana dan Batu 9.

”Alhamdulillah, sekarang sudah tidak lagi. Cuman, air melimpah sebentar langsung cepat turun. Pokoknya, yang sifatnya mendesak kita utamakan,” terang dia.

Ia berharap, usulan dari perangkat RT/RW yang dismapaikannya melalui Musrembang tingkat kecamatan dan kota bisa terealisasi. Supaya tempat tinggal warga tidak lagi digenangi air hujan atau air kiriman. ”Kita hanya sebatas mengusulkan saja kalau realisasi melihat kemampuan anggaran,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here