Warga Bangun Jembatan Sei Toja

0
95
Warga melihat jembatan penghubung dua kampung yang putus karena terbawa arus banjir . f-andri/tanjungpinang pos
Masyarakat Kampung Bangun Sari di wilayah RT01/RW10, Kelurahan Batu 10 Tanjungpinang membangun jembatan secara swadaya di kampung mereka.

TANJUNGPINANG – Ini mereka lakukan karena tak kunjung mendapatkan realisasi dari pemerintah daerah. Jembatan yang dibangun panjangnya 7 meter dan lebar sekitar 3 meter.

Jembatan ini menghubungkan dua kampung, yakni antara Kampung Bangun Sari dengan Kampung Wonosari di RW11. Kedua kampung tersebut berbatasan dengan anak Sei Toja.

Kini, pembangun jembatan sudah tahap pemasangan pondasi jembatan. Pekerjaanya kebanyakan malam hari, karena siang hari masyarakat dua kampung memiliki aktivitas masing-masing. Malam hari mereka baru berkumpung bergotong royong mengecor pondasi jembatan tersebut.

”Semua ini inisiatif dari masyarakat sendiri di dua kampung untuk swadaya bangun jembatan,” kata Ahmad Fauzi Armandaris, tokoh masyarakat Kampung Bangun Sari, RT01/RW10, Kelurahan Batu 10 kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (12/3).

Awalnya, Ahmad Fauzi Armandaris menceritakan, masyarakat setempat membangun jembatan di Anak Sungai Toja menggunakan kayu serta papan seadanya. Sehingga masyarakat bisa melintasi di atas jembatan, yang menghubungkan dua kampung ini. Pembangunan jembatan tersebut sudah berlangsung lama.

Sebelumnya pembuatan jembatan menggunakan bahan baku kayu dan itu tidak hanya sekali saja. Tapi, sudah berkali-kali. Tapi selalu rusakd an hanyut pada saat hujan turun atau banjir kawasan tersebut.

Jembatan bisa hanyut, karena air yang mengalir di Anak Sungai Toja ini cukup deras. Ditambah lagi, air laut pasang tinggi, sehingga air berada di Anak Sungai Toja meluap ke darat. Luapan air tersebut menggenangi pemukiman warga yang tinggal di dekat Anak Sungai Toja.

”Tinggi airnya mencapai satu meter. Coba tengok tembok itu masih basah,” ucap dia sambil menunjukkan tembok rumah milik warga saat berada di Anak Sungai Toja.

Karena kejadian itu terus dirasakan warga dan berulang kali, pihaknya bersama tokoh masyarakat serta perangkat RT maupun RW setempat berempuk akhirnya mencari jalan keluar dari permasalahan itu. Tujuanya untuk mencari solusi mengatasi kejadian yang terus berulang kali di tempat tinggal mereka.

Dari hasil musyawarah, warga mengajukan proposal bantuan kepada pihak Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

”Alhamdulillah, kita diberikan bantuan dari pihak Bandara RHF Tanjungpinang,” ucap syukurnya.

Meskipun bantuan material bangunan sudah diterimanya, seperti semen, pasir, besi dan batu, pihaknya masih kekurangan material bangunan untuk membangun jembatan dengan panjang kurang lebih 7 meter dan lebar sekitar 3 meter.

”Ada juga lah warga kita yang menyumbang material bangunan serta tenaga untuk bangun jembatan tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan pembuatan jembatan, yang menghubungkan dua kampung melalui musrenbang tingkat Kelurahan Batu IX. Tapi, nyatanya belum juga terpenuhi permintaan warga tersebut.

”Belum rezeki. Tapi, kita tetap bismillah saja,” sebut dia.

Ketua RW 10, Edi Susanto memberikan apresiasi kepada warganya. Karena dengan kekompakan warga, keinginan bisa terpenuhi. Salah satunya pembangunan jembatan permanen.

Ditempat terpisah, Lurah Batu IX, Fery Andana menepis, bahwa warga tersebut sudah lama mengajukan permohonan bangunan jembatan tersebut melalui musrenbang tingkat Kelurahan Batu IX.

”Itu tidak benar. Mereka baru mengajukan itu, di tahun ini,” kata Fery Andana. Kata Fery, memang pihaknya tidak memprioritaskan pengajuan pembangunan jembatan di musrenbang.

Alasannya, jembatan tersebut dinilai tidak darurat buat warganya. Karena masih banyak jalan utama yang bisa dilintasi oleh warga dari rumah menuju ke rumah ibadah (surau) dan sebagainya.

”Jembatan itu, seperti jalan tikus. Sehingga warga cepat sampai ke tujuan yang dituju” sebut dia.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan, dengan swadaya warga berupaya membangun jembatan baru yang lebih kokoh demi akses masyarakat disana.

”Saya sangat mengapresiasi sikap gotong royong warga sana. Tanpa campur tangan pemerintah mereka mau berswadaya,” ujarnya. (ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here