Warga Bisa Cetak Akta Kelahiran Sendiri

0
169
Plt Sekretaris Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Siswati

TANJUNGPINANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang merencanakan merealikasikan percetakan akta kelahiran pada anak secara sendiri.

Plt Sekretaris Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Siswati menuturkan, pihaknya sedang mempersiapkan perangkatnya.

“Sekarang masih persiapan, beberapa daerah di Indonesia memang sudah menerapkan hal ini,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (17/6).

Persiapan yang dilakukan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) bidang IT, serta perangkat atau server dan programnya.

Dituturkannya, pelayanan cetak akta kelahiran secara online khusus diberlakukan untuk anak yang baru lahir dengan batas maksimal 60 hari. Lebih dari waktu yang ditentukan, pemohon tidak dapat menggunakan cetak langsung atau harus ke kantor mengurus seperti biasa.

Terkait syarat membuat akta kelahiran, dituturkannya setelah mendapat surat keterangan kelahiran dari rumah sakit, dokter atau bidan persalinan. Selain itu, pemohon diminta menyiapkan fotokopi akta nikah orangtua, fotokopi KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Setelah itu, pemohon men scan dan meng-upload melalui aplikasi berbasis web di situs http://dukcapil.kemendagri.go.id.

Setelah di-upload, berkas akan diverifikasi oleh petugas Dispendukcapil. Jika sudah diverifikasi, pemohon dapat mencetak sendiri surat keterangan lahir sendiri menggunakan printer.

Cetaknya menggunakan kertas HVS dan sudah terlampir barcode serta tanda tangan digital dari Kadisdukcapil.

Siswati menuturkan, akta yang dicetak pemohon masih bentuk fotocopian, jika mengambil yang asli harus mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang nantinya.

Disinggung mengenai layanan jemput bola, Siswati mengaku sudah menerapkan. Khususnya pembuatan akta kelahiran bagi bayi baru lahir maupun pembuatan KIA bagi anak di bawah 17 tahun.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit maupun klinik persalinanan mengingatkan orangtua melengkapi syarat-syarat diminta.

“Nanti petugas kami yang datang ke rumah sakit atau klinik ambil datanya, setelah siap kami juga yang antar ke rumah sakitnya. Jadi ini bentuk jemput bola kami,” tuturnya.

Meski diakuinya belum banyak orangtua yang menggunakan, dengan berbagai alasan. Biasanya belum bisa memastikan nama bayi.

“Mungkin karena berembuk nama bayinya dulu, jadi tidak bisa mengurus sebelum ke luar dari rumah sakit maupun klinik bersalinnya,” tuturnya.

Begitu juga dengan pembuatan KIA, ia menuturkan sudah jemput bola. Petugas dari Disdukcapil mengambil data dari setiap sekolah dan setelah siap mencetak kembali menyerahkan.

“Jadi anak-anak cukup membawa syarat-syarat ke sekolah,” tuturnya.

Disinggung mengenai pendaftaran pembuatan KTP secara online, dituturkannya belum dalam waktu dekat. “Ini perlu perangkat dan SDM juga, belum dalam tahun ini mungkin,” ucapnya singkat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here