Warga Dam Baloi Direlokasi ke Piayu

0
1332
Wali Kota Batam M Rudi dan wakil Wali Koat Amsakar Achmad saat menggelar cofe morning dengan warag di salahs atu kedai Kopi di Seibeduk, Minggu (14/1).F-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Sebanyak 4 ribu kepala keluarga (KK) warga ruli Dan Baloi disepakati untuk direlokasi ke Tanjungpiayu, Sei Beduk, Batam. Setiap rumah yang direlokasi akan diganti dengan kapeling 6×6 meter, ditambah sagu hati sebesar Rp15 juta. Selain itu, saat relokasi berlangsung, TNI, Polri, Satpol PP dan Dirpam BP Batam, akan membatu pemindahan.

Kesepakatan yang dicapai itu diungkapkan Wali Kota Batam, HM Rudi dihadapan warga Sei Beduk, Minggu (14/1) saat coffee moring di Tanjungpiayu, Sei Beduk, Batam. ”Dam Baloi sudah dengan solusi. Kita relokasi. 4 ribu KK. Jumat kemarin dijawab (BP Batam), disiapkan 27 hektar lahan di Sei Beduk. Tiap KK dikasih 15 juta. Nanti kita kerjasama memindahkan menggunakan mobil TNI, Polri,” ungkap Rudi.

Baca Juga :  Konverter BBG Segera Datang

Disebutkan, tiap warga Dam Baloi akan mendapat kaveling 6 x 6 meter. Namun diingatkan, yang dihitung nanti bukan jumlah KK, namun jumlah ruli-nya. ”Yang dapat kaveling bukan KK?, tapi jumlah ruli,” jelasnya.

Rudi mengungkapkan sepintas dialog antara dirinya dengan Kepala BP Batam, Lukita. Awalnya disebutkan, tujuh pemilik lahan di Baloi Kolam yang mendapat alokasi dari BP Batam, ingin memberikan ganti rugi 15 juta. Dimana, Rp10 juta untuk sagu hati dan Rp5 juta untuk sewa rusun selama satu tahun.

”Berhubung warga sudah lama disana, kalau saya pindahkan, apa yang akan diberikan? Bapak mau kasih apa? Karena bapak punya lahan dan minta cepat, sediakan kapling sesuai jumlah rumah,” sambung Rudi mengungkapkan pertemuan dan disanggupi Lukita.

Baca Juga :  Rudi Cek Pembangunan Masjid Agung Batam

Dengan kesepakatan baru antara Muspida dan juga pengusaha penerima alokasi lahan di Baloi Kolam, maka relokasi akan dilakukan ke Tanjungpiayu. Hanya saja, kapan waktu relokasi dilaksanakan, Rudi tidak menyampaikan. Dia hanya menyampaikan, mereka yang mendapat kapeling, akan mendapat bantuan sertifikat kapling yang gratis juga.

”Kebetulan ada program sertifikat gratis. Nanti yang dipindahkan dari Dam Baloi, langsung dibantu urus sertifikat,” beber Rudi.

Rudi juga menegaskan jika penyerahan sagu hati tidak dilakukan tanpa perantara pihak ketiga. Pemko Batam akan membantu dalam penyerahan bantuan uang tunai 15 juta. ”Jadi mereka dapat 15 juta, saya tidak mau lewat orang lain. Kalau lewat orang lain, akan disunat lagi. Ini sudah disepakati,” tegasnya.

Baca Juga :  Pariwisata Lesu, Pengusaha Hotel Ngadu ke Dewan

Selain itu, Rudi mengungkapkan jika Dam Baloi, tidak akan dibangun dengan rumah toko (ruko). Sementara pemakaman umum di Dam Baloi, tetap dipertahankan dan tidak akan dipindahkan.

”Kalau mau bangun ruko, saya tidak setuju. Disepakati kalau pemakaman tidak akan digeser dan tidak akan dikurangi. Jadi, kalau begitu saya minta HPL (pemakaman) atas nama provinsi,” imbuh Rudi mengakhiri.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here