Warga dan Penambang Keluhkan Sampah di Laut

0
411
SAMPAH MENUMPUK: Meski Dinas Kebersihan mengaku membersihkan namun sampah masih menumpuk di laut. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sampah di daerah pesisir terutama di pemukiman warga di Pelantar I, II dan III masih banyak. Hal ini dikeluhkan oleh para penambang boat atau pompong dan warga. Sampah bukan hal baru, melainkan sudah ditemukan di daerah pesisir, sebab sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Seperti yang terlihat di daerah Laut Jaya, sampah banyak menumpuk. Kebanyakan sampah tersebut merupakan kiriman atau terbawa arus. Menurut penambang pompong, Bambang mengatakan, sampah yang di laut ini seperti tidak ada habisnya.

Padahal selama ini warga beserta ASN di lingkunganPemko Tanjungpinang maupun dinas terkait sudah melakukan pembersihan namun masih banyak sampah menumpuk ditemukan.

Jenis sampahnya beragam, mulai dari kantong plastik, botol plastik hingga sisa makanan dan lainnya. Ini yang menganggu para penambang, apalagi sampai menyangkut di baling-baling kipas mesin pompong.

”Kalau sudah nyangkut di kipas mesin secara otomatis mati. Hal ini yang kita sering rasakan dan membuat takut apalagi saat berada ditengah laut. Jika sudah sampah tali pompong putus, kami harus menyelam untuk memotongnya,” katanya.

Bambang menyebutkan, kurangnya kesadaran dari masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah ke laut yang belum bisa diselesaikan. Ini seperti sudah tradisi padahal sangat mengganggu ekosistem laut.

”Sampah ini datang dari mana saja, Tanjungpinang ini dikelilingi laut jadi susah mau melarang orang untuk tidak membuang sampah kelaut,” sebutnya.

Kondisi itu sempat membuat warga kesal. Sebab sampah yang menumpuk membuat daerah sekitar menjadi kotor dan serta mengeluarkan bau tidak sedap.

Salah satu warga pelantar, Aliang menuturkan, sampah laut ini sangat mengganggu, dan disaat air surut, sampah-sampah menjadi mengendap yang mengakibat kan bau busuk dan menjadi sumber penyakit.

”Baunya kadang membuat kita mual, tak ad apilihan selain menerima keadaan,” tuturnya. Warga sekitar sudah rutin menjaga kebersihan, tetapi masih saja ada dampah. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here