Warga Dihebohkan UN Swissindo

0
916

UN Swissindo sudah masuk ke Kota Tanjungpinang. Masyarakat diminta waspada dan tidak tergiur iming-iming yang ucapkan petugas UN Swissindo mulai mendatangi ke rumah warga.

Tanjungpinang – Menurut anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni telah menerima aduan dari masyarakat terkait oknum dari UN Swissindo mendatangi masyarakat meminta fotocopi KTP dengan iming-iming akan memberikan uang untuk pelunasan utang.

”Saya dua-tiga hari terakhir ini dapat telepon dari masyarakat menanyakan kebenaran mengenai ini. Kini petugas-petugasnya jemput bola atau mendatangi rumah masyarakat meminta fotocopi KTP,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (8/6).

Menurutnya, ini sangat meresahkan, apalagi belum ada satupun bukti, bahwa ada masyarakat yang diberikan uang untuk melunasi utang.

Informasi mengenai UN Swissindo masuk ke Tanjungpinang sudah dua bulan terkahir. Dengan mendatangi kawasan warga Tambak, Kampung Bugis dan Tanjungunggat.

”Saya harap masyarakat jangan mudah tergiur, harus hati-hati dalam memberikan data. Jangan sampai di salah gunakan,” ungkapnya.

Ia mengaku tak mengetahui pasti apa modus dari lembaga UN Swissindo tersebut, hanya saja persoalan ini sudah di laporkan ke Polres Tanjungpinang. Untuk itu, terkait penyelidikan untuk tindaklanjut ke depan diserahkan ke pihak berwajib.

”Kami dari Komisi II akan segera melakukan pertemuan dengan Kapolres baru Tanjungpinang menceritakan persoalan ini, sekalian bersilahturahmi mengucapkan selamat bertugas di Tanjungpinang,” paparnya.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) sudah menyatakan UN Swissindo lembaga keuangan ilegal. Bahkan sudah meminta masyarakat berhati-hati. Operasional UN Swissindo sudah menyebar ke berbagai daerah termasuk Bali dan beberapa daerah lain.

UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit atau pembebasan utang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya.

Warga Tangunggat RT05/06, Kelurahan Tanjungunggat, Dewi mengaku diminta mengumpulkan forocopi KTP dan akan diberikan uang senilai Rp 15 juta untuk melunasi utang.

”Secara logika memang tak masuk akal, tapi kawan-kawan rata-rata ikut kumpulkan fotocopi KTP,” ucapnya. Untuk itu, ia juga merasa mendapatkan informasi yang jelas dari pemerintah dan pihak berwajib. Apakah hal itu benar atau ada modus lainnya atau penipuan.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here