Warga Dilarang Bakar Lahan

0
379
Petugas sedang memadamkan api saat kebakaran lahan belum lama ini. f-adly/tanjungpinang pos
Musim kemarau melanda Tanjungpinang seperti saat ini, tidak hanya mengakibatkan warga kesulitan air bersih karena sumur pada kering. Juga menimbulkan kebakaran hutan dimana-mana.

TANJUNGPINANG – Hingga kemarin, sudah puluhan haktare lahan kosong terbakar di Tanjungpinang. Lahan yang terbakar ada sengaja dibakar oleh pemiliknya untuk lahan pertanian, kemudian menjalar ke lahan orang lainnya. Karena rumput pada kering dan angin kencang. Ada juga lahan sengaja dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang, Efendi mengatakan, rata-rata lahan yang terbakar sudah ada pemiliknya. Hanya saja, pemilikknya belum ditemukan karena kebanyak tinggal diluar Tanjungpinang.

Baca Juga :  Sriwijaya Air Bagikan Takjil

”Sekitar 80-an hektare yang sudah terbakar. Cuman, angka pastinya saya tidak ingat,” kata Efendi kepada Tanjungpinang Pos saat berada di Hotel Sunrase Tanjungpinang, Jumat (29/3).

Kata dia, penyebab kebakaran ada unsur kesengajaan dari pemilik lahan tersebut. Atau, bisa jadi api yang berasal dari sampah rumah yang dibakar kemudian menjalar ke lahan orang lain. Setelah dibakar, masyarakat tidak mengawasi api tersebut sehingga masyarakat tersebut tidak tahu, kalau api berasal dari sampah rumah telah merambat hingga menghanguskan tumbuhan di sekitarnya.

Bisa merambatnya api, disebabkan adanya tiupan angin. Ditambah lagi, dengan dukungan cuaca yang ekstrem, cukup panas.

Baca Juga :  Pegadaian Bisa Biayai Pembelian Motor

Sambung dia, pelaku yang mengakibatkan kebakaran lahan secara meluas dikenakan sanksi hingga hukuman pidana.

Ini tertuang di UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di pasal 69 ayat 1 huruf h menjelaskan ”setiap orang dilarang, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar”.

Di pasal 108 menyebutkan, ”setiap orang yang melakukan pembakaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat 1 huruf h, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda sedikit Rp3 miliar dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Kemudian, Perda Kota Tanjungpinang nomor 13 tahun 2017 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada pasal 35 ayat 2 menjelaskan ”setiap orang dan badan usaha dilarang melakukan kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar”.

Baca Juga :  Masih ada Warga Kelurahan Air Raja Kantongi KTP Luar

Sedangkan di pasal 57 ayat 1 menjelaskan, “setiap orang dan/atau badan hukum yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat 2 dan pasal 48 ayat 2, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 bulan, atau denda paling banyak Rp50 juta.

”Kita akan bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat, seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengusut pembakaran. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here