Warga Dompak Gugat BPN

0
698
Majelis Hakim PTUN Tanjungpinang, Sekupang Batam meninjau lokasi lahan yang disengketakan, kemarin. f-istimewa

Warga Dompak Bunan Jos Tandos menggugat Badan Pertanahan Nasioinal (BPN) Tanjungpinang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang, Sekupang, Batam.

DOMPAK – BPN digugat lantaran telah menertibkan sertifikat tanah di lahan milik orang lain atas nama perusahaan. Sengketa lahan ini sudah disidang PTUN Tanjungpinang, Sekupang, Batam, beberapa hari lalu.

Untuk melihat kebenaran, tim majelis Hakim PTUN Tanjungpinang, bersama pengacara tergugat, satu orang utusan Kanwil BPN Kepri dan BPN Kota Tanjungpinang, turun langsung ke lapangan untk melihat lahan sengketa di Jalan Raya Pulau Dompak, di depan Kantor Camat Bukit Bestari, Jumat (2/3).

Pantauan koran ini di lapangan, saat meninjau ke lokasi tampak beberapa petugas kepolisian, pegawai kantor Camat Bukit bestari turun mendampingi tim majelis Hakim PTUN. Saat di lapangan, tak terlihat ada cekcok. Pengacara kedua belah pihak, baik yang menggugat maupun tergugat hadir di lokasi. Mereka tampak melihat langsung tapal batas, bahkan titik koordinat tanah melalui peta yang ditunjukkan kepada petugas BPN.

”Ini merupakan agenda lanjutan sidang yang digelar di PTUN Tanjungpinang, kemarin. Survei ini kami ingin menunjukkan dan melihat langsung tapal batas. Kami datang ke lokasi, dan pamitan dengan pihak kecamatan Bukit Bestari,” terang Kuasa Hukum penggugat Lukarni dan Soeharmono kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Lukarni menceritakan, akar masalahnya adalah kliennya Bunan Jos Tandos memiliki tanah seluas kurang lebih 88 hektare yang ia beli dari masyarakat Dompak, yang sudah didiamli sejak lama menguasai fisik tanah seluas 88 hektare tersebut.

”Harusnya sertifikat tanah yang diterbitkan BPN itu milik klien kami, ternyata setelah sertifikat itu keluar nama pemiliknya berbeda, yakni salah satu perusahaan. Penerbitan itu dasarnya apa, tanah tak pernah dijual, lantas BPN berani menerbitkan sertifikat tanah atas nama pihak lain,” terang Lukarni. Awalnya BPN menerbitkan sertifikat tanah di lahan milik Bunanini ke atas nama PT Terira Pertiwi Development.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here